Polisi Bidik Dugaan Korupsi DD/ADD di Tuliskriyo 

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono.

Blitar, suaramedianasional.co.id – Satreskrim Polres Blitar Kota, tengah mendalami dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) Alokasi Dana Desa (ADD) di Tuliskriyo, Sanankulon, Kabupaten Blitar.

Ada dugaan, terdapatnya oknum aparat desa tersebut yang menggunakan uang negara itu tidak semestinya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono membenarkanya. Ia mengatakan, sejumlah orang saat ini sudah dimintai keterangan.  Hingga kini, 13 orang telah diperiksa sebagai saksi dalam penyelidikan Polisi.

“Kasusnya saat ini kami naikan ke tahap penyelidikan. Ada 13 orang yang sudah dimintai keteranngan. Diantaranya ada kepala desa, sekretaris dan beberapa pejabat desa lainnya,” ungkap Heri, Senin (01/4).

Menurut dia, anggaran DD dan ADD yang diselewengkan ini merupakan anggaran pencairan tahap kedua tahun 2018. Dengan nilai anggaran yang diselewengkan mencapai Rp 493 juta lebih.

“Kasus ini berawal saat ada pembangunan proyek yang tak kunjung selesai. Dan kemudian dilaporkan ke kami,” paparnya.

Heri menambahkan, belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini, karena masih dalam tahap penyelidikan. Pihak kepolisian sedang menelusuri aliran dana tersebut termasuk menyelidiki adanya dugaan salah satu oknum perangkat desa yang melarikan diri.

“Kami akan terus lakukan pemeriksaan termasuk informasi adanya salah satu perangkat desa yang kabur,” pungkasnya.

Tahun 2018, setiap desa di Kabupaten Blitar mendapatkan Dana Desa dari pemerintah pusat sekitar Rp 800 juta lebih. Selain itu masih disediakan alokasi dana desa dari pemerintah kabupaten. (jon)