Polres Trenggalek Berhasil Amankan Pelaku Penyelundupan 16 Ribu Benih Lobster

Converensi pers ungkap upaya penyelundupan benih lobster

Trenggalek, SMNNews.co.id – Satreskrim Polres Trenggalek kembali berhasil mengungkap upaya penyelundupan ribuan benur atau benih lobster. Upaya tersebut terbukti dengan ditangkapnya dua orang tersangka yang diduga kuat akan menyelundupkan puluhan ribu benih lobster dengan rencana akan di jual ke negara Vietnam dan Thailand melalui Jakarta. 

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak membenarkan kejadian tersebut, untuk perairan di wilayah trenggalek sendiri yang masih menjadi  sasaran upaya penyelundupan benih lobster yakni di Kecamatan Watulimo, Munjungan dan Panggul. Tersangka membeli benih lobster dari para nelayan, kemudian berdasarkan keterangan pelaku akan dijual ke Vietnam dan Thailand melalui kota Jakarta. 

“Pada Jumat (4/10) pukul 22.00 Wib Tim Opsnal Satreskrim berhasil manangkap BS diduga telah melakukan pengangkutan dan pemasaran benih lobster atau benur secara illegal, saat itu pelaku melintas di jalan raya kecamatan Karangan Trenggalek, ” ungkap Calvijn, Rabu (16/10/2019) 

Disampaikan Calvijn, saat diamankan, anggota menemukan total 16 ribu benih lobster yang dimasukkan dalam lima buah kardus. Setiap Kadus berisi 32 kantong plastik dan masing-masing plastik berisi 100 benih lobster yang disembunyikan dalam mobil Toyota Avanza. Sesuai hasil pemeriksaan terhadap tersangka BS, benih lobster tersebut adalah milik pelaku KA yang akan dijual ke Jakarta. 

“Dalam pengembangan kasus berhasil mengamankan KA dirumahnya dan saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa satu karung kantong plastik, Dua buah handpone dan tiga bendel nota bukti transaksi jual beli benih lobster,” tuturnya

Terhadap kedua pelaku Calvijn menerangkan bahwa pelaku akan dikenakan pasal 92 Subs pasal 100 UU RI No. 31 tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UURI No. 45 tahun 2009 tentang perikanan Jo pasal 55 ayat (1)  KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 6 (enam) tahun penjara dan denda maksimal Rp. 1 Milyar 500 Juta. Menanggapi hal terbut, polres bersama dengan instansi terkait akan mengintensifkan patroli laut dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang larangan pengambilan atau jual beli bibit lobster secara ilegal.

“Sudah saya instruksikan kepada 3 Polsek pesisir yakni Watulimo, Panggul dan Munjungan agar meningkatkan patroli dan melakukan pendekatan serta penyuluhan kepada masyarakat terkait dengan persoalan benur tersebut.” tegasnya. (rud)