HomeBERITAPresentase Penduduk Miskin di Ngawi Turun Tipis 0,19 Persen, Bupati Siapkan Strategi...

Presentase Penduduk Miskin di Ngawi Turun Tipis 0,19 Persen, Bupati Siapkan Strategi Baru

Bagas Susilo, Kepala BPS Ngawi saat Workshop Statistik untuk Jurnalistik, Rabu (24/9/2025). (Foto: Arie/smnnews.co.id)

NGAWI, SMNNews.co.id – Penurunan presentase penduduk miskin di Kabupaten Ngawi terhitung kecil, bahkan kurang dari satu persen. Data BPS itu terkuak dalam wokshop bersama jurnalis, Rabu (24/9/2025).

Presentase penduduk kategori miskin di Ngawi tahun 2025 sebesar 13,62 persen dan tahun 2024 sebanyak 13, 81 persen. Atau penurunannya hanya tercatat 0,19 persen.

Catatan angka itu setara dengan menurunkan jumlah penduduk miskin dari 116,17 jiwa menjadi 114,90 atau sekitar 2 ribu jiwa saja.

Garis kemiskinan di Ngawi dalam pendapatan per kapita per bulan, setara Rp459,60 dengan indeks kedalaman kemiskinan 1,65, cukup jauh dengan tahun 2024 yang mencatat indeks 2,22.

BPS juga merilis di triwulan kedua tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Ngawi mencapai angka 6,33 persen. Hal itu dipengaruhi masuknya investasi dan berdirinya pabrik-pabrik yang cukup pesat di Ngawi serta meningkatnya kunjungan warga daerah lain bahkan manca negara.

“Perbandingan yang tidak selaras atas pertumbuhan ekonomi dengan turunnya presentase penduduk miskin ini juga bisa terjadi karena kantong kemiskinan berada di desil satu sementara pamicu peningkatan ekonomi ada di desil empat ke atas,” ungkap Bagas Susilo, Kepala BPS Kabupaten Ngawi.

Kantong kemiskinan banyak pada pekerjaan bidang pertanian terutama mencakup buruh tani, sementara peningkatan ekonomi terjadi di wilayah industri atau pemilik lahan dan usaha pertanian.

“Salah satu kiatnya tentu dengan tidak meninggalkan sektor agraris dan akan terus meningkatkan sentuhan pengentasan kemiskinan di lingkup ini,” ungkap Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, saat dikonfirmasi terkait data 2025 yang dirilis BPS.

Ony juga menyebutkan langkah lainnya melakukan rujukan kebijakan untuk sentuhan pengentasan kemiskinan dengan tidak hanya memakai dtaa BPS namun menunggu data lebih komperehensif dan rinci dari Universitas Brawijaya dan The Republik Institute.

“Ada dua lembaga survei yang mengambil sampling di lapangan untuk tahun 2026 yakni dari Brawijaya dan The Republik Institute, kalau memakai data BPS itu potret lebuh makro, tidak ada by name by address” beber Ony Anwar.

Menurut Ony, pendapatan per kapita di sektor pertanian rendah dan selalu tersalip dengan kenaikan garis kemiskinan. Kantong kemiskinan di desil satu yang didominasi buruh pertanian seharusnya bisa bergeser menjadi buruh pabrik yang berpendapatan lebih besar.

“Tantangan saat ini memang harus bisa menyamakan pendapatan sektor buruh pertanian dengan pekerja industri, salah satu strateginya dengan meningkatkan SDM pertanian dan penguasaan teknologi alsintan,” pungkas Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono. (*)

Reporter: Arie.

Editor: Kundari PS.

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Polsek Selopuro Laksanakan Pengamanan PAW Desa Jambewangi

BLITAR, SMNNews.co.id – Anggota Polsek Selopuro melaksanakan pengamanan kegiatan Pemilihan Antar Waktu (PAW) Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Kamis (21/05/2026). Pengamanan dilakukan guna memastikan...

Pengukuhan Guru Besar Unitomo, Prof. Ully Tampubolon Dorong Batik Indonesia Menjadi Kekuatan Industri Fashion Dunia

SURABAYA, SMNNews.co.id – Industri batik tulis Indonesia dituntut mengintegrasikan kearifan lokal dengan inovasi teknologi modern agar mampu menembus pasar fashion dunia. Langkah strategis ini...

Gus Fawait Sesalkan Kejadian Belasan Murid Keracunan Makanan MBG

JEMBER, SMNNews.co.id - Sekitar delapan belas murid di kabupaten Jember diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Jember, Gus Fawait menyesalkan...