Program Santoso No. 2 : Yang Membedakan APBD untuk Rakyat dengan APBD Pro Rakyat Ini Penjelasannya..

Santoso calon Walikota no. 2 terangkan programnya pada masyarakat Sentul Utara Kecamatan Kepanjenkidul.

BLITAR, SMNNews.co.id Calon Walikota Blitar nomor urut 2, Santoso terus menyampaikan visinya dalam membawa Kota Blitar yang sejahtera melalui APBD untuk Rakyat. Nantinya bisa membawa pemerataan pelayanan dan pembangunan bagi seluruh masyarakat Kota Blitar.

Hal demikian seperti disampaikannya pada masyarakat Sentul Ler, di Jalan Trowulan, Kamis (15/10/2020). Masyarakat Sentul Ler ini mengeluhkan tentang daerahnya yang jarang disentuh pemerintah lantaran daerah pinggiran perbatasan kota.

Disinilah Santoso memberi kepastian bahwa visinya APBD untuk Rakyat adalah jawaban untuk pemerataan dan keadilan yang diinginkan masyarakat.

“Saya ingin mewujudkan kesejahteraan melalui APBD Untuk Rakyat bukan APBD pro rakyat. Lalu apa sih bedanya dengan pro rakyat? Kalau pro rakyat hanya yang pro pro saja yang mendapat, kalau yang tidak pro tidak mendapat apa-apa,” kata Cawali dari Paslon Satrio (Santoso-Tjutjuk Sunario) Keren ini.

Dalam mencapai visi mensejahterakan masyarakat dengan APBD Untuk Rakyat, Santoso membeberkan ada 11 program misi yang akan dilakukannya. Program paling signifikan dalam pemerataan pembangunan salah satunya program RT Keren.

Program RT Keren berupa pemberian anggaran Rp 50 juta hingga Rp 100 juta pertahun. Anggaran RT ini bisa digunakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan-pelatihan hingga pengadaan sarana penunjang kegiatan warga di tingkat RT. Dengan demikian seluruh RT di Kota Blitar bisa mengembangkan potensinya masing-masing sesuai dengan keinginannya.

“Kalau dulu pembangunan sifatnya top down, dengan program RT Keren ini akan terjadi pola pembangunan down to top atau pembangunan dari bawah. Jadi masyarakat merencanakan pembangunan, pemerintah yang memfasilitasi mendanai. Dengan ini tidak ada lagi daerah yang merasa di anak tirikan,” terang pemimpin yang dikenal peduli wong cilik ini.

“Seperti warga Sentul yang ingin jalannya terang atau membutuhkan bantuan terop untuk kegiatan warga, menjadi hal yang sangat mudah terwujud dengan anggaran RT Keren ini,” contohnya.

Di dialog itu, ada seorang guru ngaji yang mengeluhkan permohonan bantuan alat bubut kayu sudah lama diajukan suaminya yang seorang pengrajin, tidak kunjung terealisasi. Padahal daerah lain sudah mendapatkan, sementara daerah Sentul Ler terabaikan. Santoso pun memastikan hal seperti ini tidak akan terjadi bila dirinya mendapat amanah warga memimpin Kota Blitar.

“Seperti telah saya ceritakan itu buat yang pro pro saja. Walau sudah didata bantuan, kalau tidak pro ya tetap tidak akan dapat. Hal inilah yang ingin saya bongkar, karena APBD harus benar-benar untuk rakyat bukan untuk yang pro pro saja,” tegasnya.

Diakhiri dialog itu Santoso mengingatkan warga untuk mewaspadai berita hoax terhadapnya. Seperti penghapusan program sekolah gratis dan sejumlah bantuan sosial. Nyatanya dia akan meningkatkan program itu seperti penyediaan kuliah gratis bagi siswa berprestasi.

“Saya tidak ingin copy paste program-program yang telah lalu. Harus ada peningkatan seperti pendidikan warga kita perhatikan sampai bangku kuliah, pemberian bantuan kesehatan dan sosial buat masyarakat kita harus jembut bola,” pungkasnya. (jon)