Rapat Paripurna di Gedung DPRD yang Baru, Sejumlah Keluhan Mencuat 

 

Sejumlah keluhan mencuat saat rapat paripurna DPRD, memotret dari zona khusus untuk wartawan, menghasilkan foto kecil bila tanpa di zoom.
Ngawi, suaramedianasional.co.id – Sejumlah keluhan mewarnai penggunaan gedung DPRD yang baru, dalam Rapat Paripurna Istimewa, Selasa (30/4).
Ruang rapat paripurna ini, baru pertama kali digunakan dengan undangan di luar lembaga DPRD, usai direnovasi tahun lalu. Sebelumnya, ruang tersebut sudah pernah terpakai untuk rapat paripurna internal dewan untuk pembentukan pansus.
Selain itu, kesiapan sekretariat DPRD dalam pelayanan pada tetamu rapat juga menjadi sorotan. Hal ini tampak dari tidak meratanya penggandaan buku pengantar nota keuangan LKPJ Bupati Ngawi untuk para tamu. Alhasil, saat rapat berlangsung, sebagian tamu termasuk wartawan, harus keluar dan meminta lagi pada pegawai sekretariat.
Komplain bahkan disampaikan Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, yang merasa sound system disetel terlampau keras. Saat pertama kali naik ke mimbar untuk membacakan laporan nota keuangan LKPJ 2018,  Kanang, sapaan akrab Bupati Ngawi, langsung meminta sound system diperkecil volumenya. “Tolong dikecilkan biar tidak ada sound efect,” kata Kanang.
Para wartawan juga diberi zona khusus dengan batasan pagar besi dan pintu masuk tersendiri dari sisi kanan dan kiri ruang paripurna. Walaupun hanya sekitar 50 cm, namun adanya “halangan” ini membuat sejumlah wartawan kerepotan mengambil foto dari jarak dekat.
Mengambil gambar dari zona khusus untuk para wartawan juga menghasilkan gambar yang kurang maksimal, baik untuk foto maupun video.
Apabila wartawan harus melompati pagar selutut orang dewasa ini, tentu tidak sopan, sementara bila memakai pintu yang ada, harus berjalan memutar ke pintu utama. “Jadi serba repot,” ujar Andik Ari Wibowo, dari BBS TV.
Ketua DPRD Dwi Rianto Jatmiko, meminta batas untuk zona para pemburu berita tersebut, dicabut sebagian. “Maksudnya supaya ada batas zona saja, jangan dihalangi penuh begini. Nanti segera pembatas bagian samping kita minta dihilangkan,” katanya.
Rapat paripurna di gedung baru ini, menurut Dwi Rianto Jatmiko, sebenarnya cukup representatif daripada sebelum adanya restorasi. “Namun ya kalau perlu ada perbaikan dalam pelayanan maupun adanya keluhan, kita nanti akan evaluasi dengan sekretariat,” ujarnya. (ari)