HomeBERITARawan Stunting, Gus Fawait Ajak Pelajar Hindari Pernikahan Dini

Rawan Stunting, Gus Fawait Ajak Pelajar Hindari Pernikahan Dini

Bupati Jember, Gus Fawait (kemeja biru muda) saat Apel Siswa SMP Bersama Bupati Jember, foto Kepala Sekolah SMPN 1 Sukorambi, Dodik Prasanto (paling kanan). (Foto: Suliyadi/smnnews.co.id)

JEMBER, SMNNews.co.id – Bupati Jember, Gus Fawait mengajak pelajar yang masih duduk di bangku sekolah SMP dan SMA agar menghindari pernikahan dini. Pasalnya, menurut Gus Fawait, pernikahan dini rawan meningkatkan angka kasus stunting.

“Biasanya kalau pasangan pernikahan dini, terus melahirkan akan berdampak pada bayi stunting. Sebab pasangan ini belum saatnya untuk reproduksi, berpotensi melahirkan bayi cacat,” ungkap Gus Fawait, saat sambutan kegiatan Bupati ngantor di desa dan kelurahan (Bunga Desaku) bertajuk Apel Siswa SMP Bersama Bupati Jember, Minggu (28/06/2026), di halaman SMPN 1 Sukorambi kecamatan Sukorambi.

Lanjut Gus Fawait, usia perempuan layak untuk reproduksi adalah lebih tepatnya 21 tahun. “Jadi saya harap adik-adik jangan terburu – buru untuk nikah, kalau ada yang mengajak nikah di usia 14 tahun, berarti orang tersebut tidak sayang sama adik-adik,” terang Gus Fawait.

“Saya berharap, pihak sekolah sedari sekarang sudah memberi wawasan ke siswa terkait kampus. Jember memiliki 31 kampus dan terbanyak se Jawa Timur, harapannya ke depan pihak sekolah jika ada field trip bisa sekolah arahkan ke kampus,” terangnya.

Gus Fawait juga menambahkan, saat ini Pemkab Jember mengeluarkan anggaran cukup besar untuk memberikan beasiswa.

“Ada beasiswa prestasi, afirmasi ekonomi dan lain sebagainya,” tegasnya.

“Jangan berhenti menuntut ilmu, minimal lulus SLTA,” pungkasnya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Sukorambi, Dodik Prasanto mengaku bersyukur sebab SMPN 1 Sukorambi menjadi salah satu lokasi dari rangkaian even Bunga Desaku.

“Alhamdulillah, dengan kehadiran Gus Bupati, anak-anak bisa mendapatkan edukasi, seperti rawannya pernikahan dini,” ungkapnya.

“Sehingga anak-anak SMP bisa mengetahui apa yang seharusnya ia lakukan kedepannya. Kami juga sering memberikan edukasi serupa ke anak-anak, terutamanya pelajar kelas dua dan tiga,” tuturnya.

Dodik juga melarang anak didiknya untuk membawa dan bermain HP, pasalnya saat ini banyak sekali tontonan menyimpang.

“Kami setuju dengan Gus Fawait untuk melarang adanya pernikahan dini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Suliyadi.

Editor: Kundari PS.

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Beky Herdihansah Dorong Produk Kopi Blitar Tembus Pasar Ekspor, Produk Kopi Jos Jiz Jadikan Sorotan di Expo Blitaria 2026

BLITAR, SMNNews.co.id - Produk kopi lokal bertajuk Kopi Jos Jiz menjadi salah satu daya tarik dalam pembukaan Blitaria Expo 2026, rangkaian peringatan Hari Jadi...

Dinkes Kota Pasuruan Gelar BIAS Agustus–November, Targetkan Perlindungan Kesehatan Siswa SD

PASURUAN, SMNNews.co.id - Dinas Kesehatan Kota Pasuruan kembali menggelar program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang ditujukan bagi para siswa sekolah dasar di seluruh...

Polres Blitar Kota Gelar Rutin Jumat Berkah, Bagikan Ratusan Paket Nasi Wujud Nyata Polisi Hadir di Tengah Masyarakat

KOTA BLITAR, SMNNews.co.id - Polres Blitar Kota kembali menggelar kegiatan sosial rutin "Jumat Berkah" dengan membagikan ratusan nasi kotak kepada masyarakat sekitar, Jumat (07/08/2026). Kegiatan...