HomeBERITARole Model New Normal, Kota Blitar Bakal Didatangi Pejabat Negara Hingga Pejabat...

Role Model New Normal, Kota Blitar Bakal Didatangi Pejabat Negara Hingga Pejabat Daerah

Menteri Bappenas Suharso Monoarfa saat berkunjung ke Kota Blitar, ziarah ke Makam Bung Karno.

BLITAR, SMNNews.co.id – Kota Blitar menjadi role model atau percontohan daerah yang menjalankan New Normal di tengah pandemi Covid-19. Membuat Kota Proklamator ini bakal dikunjungi berbagai pejabat negara dan pejabat daerah di Indonesia untuk mempelajari langkah dalam menekan Covid-19.

Walikota Blitar Santoso mengatakan, awalnya Kota Blitar menjadi daerah yang menjalankan PPKM Level 4. Setelah turun menjadi level 3, Kota Blitar membuat loncatan besar dengan turun ke level 1 dalam waktu cukup singkat sekitar 2 Minggu.

Dikabarkan bahwa sejumlah pejabat negara mulai dari menteri, panglima hingga pejabat daerah bakal datang mendukung kegiatan Pemerintah Kota Blitar. Juga ingin melihat lebih dekat langkah-langkah yang dilakukan disini.

“Terima kasih kepada Pak Menko Marves dan Kemenkes yang kemarin telah mengirimkan staf ahlinya ke Kota Blitar untuk mempelajari langkah dan mengklarifikasi hal lain. Tadi pagi kita dihubungi tenaga ahlinya bahwa insyaallah Pak Menko Marves kalau tidak Selasa atau Rabu setelah ke madiun mampir ke Kota Blitar, karena Pak Luhut ingin melihat Isoter kita,” ungkap Walikota Santoso, Rabu (6/10/2021).

Santoso menjelaskan hal yang membuat Kota Blitar mendapat acungan jempol adalah kerjasama yang baik tiga pilar dalam menyukseskan vaksinasi. Kini capaian vaksinasi dosis pertama mencapai 94,46 persen dan dosis kedua mencapai 70 persen lebih. “Minggu depan juga kalau tidak Rabu atau Kamis PangArmatim juga datang ke Blitar memberikan bantuan Vaksin sebanyak 30 ribu jenis Sinovac,” imbuhnya.

Juga Kota Blitar memiliki inovasi Isoter (isolasi terpusat) bertempat gedung PGSD, Jl Ir Soekarno Kota Blitar. Warga yang isolasi mandiri (isoman) tanpa gejala disarankan dibawa di tempat ini. Warga yang isolasi di sini dipantau penuh, yang apabila timbul gejala berat bisa langsung ditangani baik, tidak sampai terjadi hal fatal.

“Pelaksanaan Isoter membantu penyembuhan pasien isoman. Agar warga mau dibawa ke Isoter kita menyiasati dengan tidak menggunakan ambulans tapi mobil biasa yang dimodifikasi. Saat dibawa juga tidak ada sirinenya, untuk menghindari trauma psikologis dan alhamdulillah berhasil,” paparnya.

Penulis : Dani Elang Sakti

BERITA TERBARU

BERITA LAINYA