
NGAWI, SMNNews.co.id – Serapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu komitmen yang harus dilakukan calon-calon investor saat melakukan usaha di Ngawi.
Namun, implementasi atas hal itu belum maksimal. Buktinya, berdirinya pabrik-pabrik baru, masih belum berdampak signifikan dalam mengentaskan pengangguran maupun berkontribusi dalam peningkatan PAD.
Tingkat pengangguran terbuka di Ngawi mencapai di atas 2 persen dan PAD masih ada di kisaran 13 persen dari keseluruhan APBD.
“Hal ini tentu butuh untuk dievaluasi, sejak sekarang dan ke depan harus sudah klir soal komitmen ini. Jadi harus mengutamakan penyerapan tenaga kerja dari warga Ngawi,” ujarnya.
Wabup menyatakan hal itu saat menjadi pemateri di sarasehan yang diinisiasi DPC Sarekat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Ngawi, Kamis (21/8/2025).
Menurut dia, meminta komitmen investor soal serapan warga lokal bekerja, harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi dari calon-calon tenaga kerja itu sendiri.
Menurut Wabup, hal itu bisa diasah di balai latihan kerja (BLK). Beberapa BLK ada di komunitas, sekolah maupun pondok pesantren, tanpa harus membangun BLK baru.
“Kami juga ingin, Sarbumusi di Ngawi juga turut mengawal hal ini,” ungkap Antok, sapaan akrabnya.
Selain Wabup Dwi Rianto Jatmiko, hadir sebagai pemateri adalah Presiden Sarbumusi Irham Ali Syaifuddin dan Ketua DPRD Ngawi, Yuwono Kartiko.
Ketua DPRD Ngawi, Yuwono Kartiko mengemukakan, Ngawi sudah menerapkan Perda RTRW terbaru, yang akan lebih detail mengatur tentang pendirian pabrik.
“Namun, tentu saja kita perlu siapkan SDM, caranya dengan membekali keterampilan tenaga kerja sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Presiden Sarbumusi, Irham Ali Syaifuddin, menyarankan Pemkab memperhatikan tentang ketersediaan tenaga kerja terampil tersertifikasi.
“Sarbumusi juga siap bekerjasama dalam pemberian bekal keterampilan pada calon tenaga kerja bahkan bila diperlukan sertifikasi standar BNSP,” ujar Irham.
Sarasehan yang digelar DPC Sarbumusi Ngawi ini juga dihadiri 18 perwakilan pabrik yang ada di Ngawi, enam serikat pekerja, sekolah SMK di Ngawi kota, pengawas tenaga kerja dan sejumlah OPD. (*)
Reporter: Arie.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

