
PASURUAN, SMNNews.co.id — Di tengah ambisi besar Indonesia untuk melompat menjadi negara maju, ketersediaan data tunggal yang valid bukan lagi sekadar pelengkap administrasi, melainkan sebuah kebutuhan mutlak. Dalam lanskap ekonomi global yang kompetitif, Sensus Ekonomi (SE) 2026 hadir sebagai pilar strategis untuk membangun peta jalan (roadmap) pertumbuhan ekonomi nasional yang visioner.
Bagi para investor asing, kepastian adalah komoditas tertinggi. Sebelum menanamkan modalnya, investor membutuhkan gambaran yang presisi mengenai struktur pasar dan karakteristik ekonomi wilayah. Integrasi data yang akurat melalui SE 2026 inilah yang akan menjawab kebutuhan tersebut, meminimalisir risiko investasi, dan sekaligus memetakan potensi daerah yang selama ini belum tergarap optimal.
Semangat mewujudkan satu data ekonomi tersebut kini sedang berdenyut kencang di daerah, salah satunya di Kota Pasuruan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan secara resmi telah memulai pelaksanaan lapangan SE 2026 serentak sejak Senin, 15 Juni 2026. Agenda besar nasional sepuluh tahunan ini ditargetkan mampu menyediakan data dasar dan peta struktur ekonomi yang menyeluruh dari seluruh kegiatan usaha masyarakat.
Meski baru berjalan beberapa hari, dinamika dan tantangan berat di lapangan sudah mulai dirasakan oleh para petugas. Salah satunya seperti yang terlihat di wilayah Kelurahan Tambaan, Kota Pasuruan, Selasa (16/6/2026).
Para petugas lapangan SE 2026 di wilayah pesisir ini menunjukkan ketangguhan dan semangat yang luar biasa. Walaupun harus berhadapan dengan cuaca terik yang menyengat serta akses jalanan di sejumlah Satuan Lingkungan Setempat (SLS) yang tergenang banjir rob (air pasang laut), para petugas tetap menerjang rintangan tersebut demi menuntaskan tugas negara.
Demi memastikan kualitas data yang dihimpun, yang nantinya akan diintegrasikan ke dalam basis data nasional, proses pengawasan ketat terus dilakukan. Siti Ilmiyah, selaku Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) wilayah Kelurahan Tambaan, dengan sabar terus mendampingi setiap Petugas Pencacah Lapangan (PCL) di bawah arahannya. Ia ikut turun langsung melakukan penyisiran dari rumah ke rumah (door to door) menemui para responden.
“Pendampingan ini sangat penting, agar anggota (PCL) di lapangan tidak salah dalam melakukan pendataan. Kita semua berkomitmen penuh untuk mewujudkan data yang benar-benar riil, valid, dan akurat,” ujar Ilmi di sela-sela kegiatannya mendampingi petugas.
Respons positif pun datang dari warga setempat yang memahami pentingnya sensus ini bagi masa depan ekonomi daerah. Irfan, salah satu responden sekaligus mantan mitra BPS di Kelurahan Tambaan, menyatakan dukungannya yang penuh terhadap pelaksanaan SE 2026.
“Saya sangat mendukung penuh pendataan Sensus Ekonomi ini. Harapan saya, semua petugas PCL harus benar-benar teliti, detail, dan sabar saat menyampaikan pertanyaan-pertanyaan sensus kepada responden, supaya hasilnya maksimal,” ungkap Irfan, Selasa (23/6/2026).
Menutup pelaksanaan di minggu-minggu awal ini, BPS Kota Pasuruan berharap seluruh pelaku usaha dan masyarakat dapat menerima kedatangan petugas dengan baik serta memberikan jawaban yang jujur dan apa adanya. Keberhasilan SE 2026 di tingkat tapak seperti Pasuruan adalah kunci utama dalam menyusun kepingan Satu Data Ekonomi, fondasi kokoh yang akan membawa Indonesia melangkah mantap menuju gerbang Indonesia Maju. (*)
Reporter: Achmad N.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

