Sebanyak 530 Pelaku Usaha Toko Kelontong Surabaya Mendapatkan Pelatihan 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan pengarahan kepada para pelaku usaha toko kelontong Surabaya.
Surabaya, suaramedianasional.co.id – Sebanyak 530 pelaku usaha toko kelontong hadir mengikuti acara pelatihan yang di gelar oleh Dinas Perdagangan Surabaya, di Graha Sawunggaling, komplek Pemerintah Kota Surabaya, Rabu (6/2). Tri Rismaharini Walikota Surabaya,  mengaku sengaja mengumpulkan para pelaku usaha toko kelontongan karena banyak di beberapa daerah perkotaan, toko kelontongan ini semakin lama semakin punah. Ia menginginkan toko kelontongan itu bisa terus hidup dan semakin survive,” kata Wali Kota Risma seusai memberikan pengarahan. Dalam hal ini, Pemkot Surabaya membentuk mereka perkelompok di setiap kecamatan. “Kita buat koperasi per kecamatan. Progresnya pun sangat bagus, terbukti di Kecamatan Sawahan dan Rungkut. Pasti ada yang jalan dan ada pula yang tidak. Nah, nanti yang tidak jalan ini akan kita evaluasi,” tegasnya. Dibentuknya koperasi, mereka akan bisa membeli barang-barang yang dibutuhkan untuk tokonya secara bersama-sama. Dengan jumlah yang banyak, maka dipastikan harganya akan lebih murah, sehingga sangat cocok untuk dijual kembali dan keuntungannya bisa lebih besar. “Jadi, mereka nanti bisa mendapatkan barang yang lebih murah melalui kelompok ini.
Mereka sendiri yang menjadi juragan dan pelayan bagi tokonya masing-masing. Bahkan, nanti mereka bisa membuka lowongan kerja baru, minimal anak cucunya yang akan melanjutkan usahanya itu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati memastikan bahwa pendampingan kepada para pelaku usaha toko kelontongan ini merupakan program Wali Kota Risma yang sudah lama berjalan. Selama ini, mereka sudah didampingi dan diberikan pengarahan oleh Wali Kota Risma supaya terus berkembang dan semangat dalam mengelola tokonya. “Hari ini yang hadir mengikuti pengarahan Bu Wali sebanyak 530 pelaku usaha toko kelontongan. Kalau total secara keseluruhan di Surabaya ada sebanyak 1.200 lebih toko kelontongan,” kata Wiwiek. “Mereka juga sudah dibentuk beberapa koperasi per kecamatan. Hingga saat ini sudah ada 7 koperasi di 7 kecamatan. Anggotanya pun beragam, ada yang 60 dan ada pula yang 54 anggota. Semuanya berasal dari kecamatan tersebut,” ujarnya.
Adapun tujuh kecamatan yang sudah ada koperasinya itu adalah di Sambi Kerep, Krembangan, Sawahan, Tambaksari, Gubeng, Tenggilis dan Rungkut. Koperasi ini akan terus dibentuk di setiap kecamatan di Surabaya. “Tentunya, nanti di 31 kecamatan Surabaya, diharapkan ada semua koperasinya,” pungkasnya. (yud)