HomeBERITASekolah Internasional di Ponorogo Harus Tetap Berkesinambungan

Sekolah Internasional di Ponorogo Harus Tetap Berkesinambungan

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, bersama para siswa yang mengikuti kelas belajar internasional, Kamis (13/1/2022).

PONOROGO, SMNNews.co.id – Clara Angela Handhayanti, 14 tahun, berterimakasih diberi kesempatan mengikuti kelas internasional selama enam bulan ini di SMP Negeri 1 Ponorogo.

“Saya lancar berbahasa Inggris, bisa mencerna dan menganalisa tugas-tugas yang diberikan guru di sekolah. Cara berpikir bisa lebih maju dan smart,” kata siswa kelas 8H ini.

Selain SMP Negeri 1 Ponorogo ada pula SMP Negeri 1 Jetis dan SMP Negeri 1 Badegan yang merupakan sekolah percontohan kelas internasional dengan kuriculum Oxford Aqa International.

Total seluruh peserta dari tiga sekolah yang mengikuti kelas internasional ini awalnya 119 siswa. Namun, kemudian ada sistem gugur dalam perjalanan waktu.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menaruh harapan besar dengan adanya kelas internasional ini.

“Saya berharap anak-anak itu bukan saja beriman, bertaqwa, berkarakter Ponorogo, tetapi harus berpikir internasional. Cara mempercepat mengoperasikan mindset itu adalah harus menghubungkan dengan pendidikan yang ada di luar negeri,” kata Giri saat menghadiri ramah tamah dengan wali murid “Oxford Aqa International Curriculum”, Kamis (13/1/2022).

Giri bersyukur kelas internasional ini mendapatkan jaringan dengan Oxford. Para orang tua siswa tidak dibebani dengan uang, buku atau apapun berkaitan dengan kelas internasional ini.

Menurut Giri pembelajaran ini tidak boleh berhenti tetapi harus berkesinambungan. Siswa yang akan masuk ke sekolah unggulan akan diseleksi dari semua sekolah dan diambil siswa-siswa berprestasi sehingga tercipta suasana kompetensi yang sehat

Hasilnya adalah maka para siswa akan giat belajar, orang tuanya akan mendukung keberhasilan anaknya dan mereka akan bekerja keras hanya untuk merebutkan satu kuota.

“Ini akan berdampak pada percepatan yang luar biasa. Sekolah-sekolah akan berkompetisi yang mengangkat semangat belajar,” kata Giri.

Pemkab Ponorogo berencana untuk dapat dibangun sekolah internasional unggulan di Bumi Reyog.

Sekolah itu diharapkan bukan hanya untuk masyakarat Ponorogo tetapi untuk masyarakat luar daerah. Pembangunan sekolah itu akan dirumuskan bersama investor karena sekolah unggulan diproyeksi tak boleh berstatus negeri.

“Harus dicari investor yang dapat mewadahi sekolah bertaraf internasional dengan harga murah. Sukur-syukur kalau anak asli Ponorogo tidak berbayar, maka ini akan kami carikan solusi,“ ungkap Giiri.

Bupati hasil Pilkada 2020 ini, juga telah membuktikan selama enam bulan ini orang tua wali murid tidak dibebankan biaya buku maupun gaji guru yang langsung dari Inggris, melainkan didukung Pemkab dan dibantu oleh Profesor Yohannes sebagai penyelenggara.

Di kesempatan itu, Profesor Yohannes, penyelenggara Oxford Aqa International Curriculum memberikan apresiasi dan terimakasih kepada Bupati Sugiri Sancoko yang telah berani mengambil langkah menjalankan kurikulum internasional ini.

Meski ada kendala sebesar apapun yang dihadapi akan diterobos. Menurutnya, pendidikan global adalah jembatan masa depan dunia, jembatan masa depan generasi muda. “Genius is consistent emotion. (penulis : Tri Mariyani)

BERITA TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA