Seminggu Menghilang, Peladang Ini Ditemukan Tewas Mengambang

Proses evakuasi mayat dari Sungai Aek Bolon, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Rabu (10/4)

 

Karo, suaramedianasional.co.id – Setelah seminggu dalam pencarian, kabar duka menghampiri keluarga Sihalolo di Desa Pangambatan, Kecamatan Merek. Selasa siang, tubuh Sampa Maruli Tua Sihalolo (35 thn) ditemukan mengambang di Sungai Aek Bolon, Desa Aek Popo Kecamatan Merek.

Menghilangnya Sampa Maruli membuat keluarga besarnya selama ini gundah. Mereka sudah mencarinya ke berbagai tempat yang biasa didatangi sampai kemudian ada kabar penemuan mayat membusuk di sungai. Menurut cerita salah satu ipar korban bernama Tio Lija, yang tinggal di Tiga Dolok Kabupaten Simalungun, korban adalah seorang peladang. Ayah tiga anak ini terakhir kali ke ladang ditemani istrinya bernama Resti, berboncengan sepeda motor, pada 3 April 2019 lalu.

Saat perjalanan pulang, mereka melintasi lahan milik warga lainnya dan berjumpa dengan salah satu kawan SD Sampa Maruli. Kawan lama ini meminjam sepeda motor milik korban. Saat korban menghilang dan sore itu tidak pulang, keluarga sudah menanyai si peminjam sepeda motor. “Sudah ditanyakan pada kawannya itu, tetapi dikatakan bahwa kakak ipar saya sudah menerima motornya kembali dan hari itu juga langsung pulang menuju Merek,” ujar Tio yang ditemui saat berada di Polsek Tiga Panah.

Pencarian oleh keluarga selama lebih kurang enam hari tak membawa hasil sampai kemudian korban ditemukan meninggal di sungai Aek  Bolon “Abang iparku itu kerjanya ke ladang, dia meninggalkan tiga orang anak. Mengapa sampai dia mengambang di sungai kami tidak tahu,” ujarnya.

Kapolsek Tiga Panah, AKP Banuara Manurung, membenarkan penemuan mayat korban di sungai Aek Bolon tersebut. “Saat ditemukan, tubuh mayat dalam keadaan terlentang dan sudah membusuk,” ujarnya.

Proses evakuasi mayat berlangsung dramatis karena curamnya medan sungai. Jarak sungai dari jalan sekitar 150 meter sehingga harus ditandu dengan tali.  Selanjutnya, mayat korban dibawa ke ke RS Bhayangkara Medan dan polisi tengah menyelidiki secara intensif kasus ini. (ius)