
SMNNews.co.id – Pernah nggak sih anda menemukan orang yang kakinya nggak bisa diam? Lagi duduk, rebahan, atau hampir tidur pun, kakinya tetap aja goyang terus. Kadang terlihat seperti gerakan spontan yang nggak disadari.
Kalau cuma sesekali sih masih wajar. Tapi kalau gerakan itu muncul terus-menerus dan susah dikendalikan, bisa jadi itu tanda restless legs syndrome (RLS), atau dalam bahasa Indonesia disebut sindrom kaki gelisah.
Gangguan saraf ini bikin seseorang merasa punya dorongan kuat untuk menggerakkan kaki tanpa sadar, terutama saat malam hari ketika tubuh seharusnya beristirahat. Akibatnya, tidur jadi nggak nyenyak, dan keesokan harinya tubuh terasa lelah karena kurang istirahat.
Kalau sudah parah, sindrom ini bahkan bisa mengganggu aktivitas harian, lho!
Penyebab RLS sendiri beragam. Salah satunya karena faktor genetik dan ketidakseimbangan hormon dopamin, hormon yang berperan penting dalam mengatur gerakan tubuh. Saat kadar dopamin terganggu, otot bisa berkontraksi tanpa kendali.
Selain itu, beberapa kondisi juga bisa meningkatkan risiko munculnya RLS, seperti:
– Gangguan saraf pada kaki, misalnya akibat diabetes yang tidak terkontrol
– Kekurangan zat besi karena pola makan buruk atau adanya tukak lambung
– Perubahan hormon selama kehamilan
– Konsumsi kafein dan alkohol berlebihan
Kalau anda sering mengalami hal-hal di atas dan merasa terganggu saat tidur, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter, ya.
Tapi sebelum itu, ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu meredakan gejalanya:
– Coba mandi air hangat atau pijat ringan sebelum tidur agar otot lebih rileks
– Lakukan latihan pernapasan, yoga, atau meditasi
– Gunakan kompres hangat atau dingin di area kaki
– Biasakan punya jam tidur dan bangun yang teratur setiap hari
Dengan rutinitas sehat dan istirahat yang cukup, gejala sindrom kaki gelisah bisa berkurang, dan tidur kamu pun jadi lebih berkualitas. (*)
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

