HomeADVERTORIALSidak SPBU, Bupati Jember Pastikan Stok BBM Aman, Warga Diminta Tak Panik

Sidak SPBU, Bupati Jember Pastikan Stok BBM Aman, Warga Diminta Tak Panik

Bupati Jember, Gus Fawait (mengenakan peci hitam), saat sidak SPBU. (Foto: Suliyadi/smnnews.co.id)

JEMBER, SMNNews.co.id – Bupati Jember, Gus Fawait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yakni di SPBU jalan Gajah Mada dan kelurahan Gebang untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember.

Gus Fawait melakukan Sidak karena meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut diduga dipicu kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap ketersediaan BBM.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait memastikan stok BBM di wilayah Jember dalam kondisi aman. Ia juga meminta masyarakat yang sedang mengantre agar tidak panik maupun berdesak-desakan.

“Saya pastikan yang antre semua yang ada di tempat ini pasti akan kebagian semua. Jadi enggak perlu khawatir, stoknya aman,” ungkap Gus Fawait, Selasa malam (08/09/2026) di SPBU jalan Gajah Mada kecamatan Kaliwates.

Menurutnya, pasokan BBM ke wilayah Jember bahkan telah ditambah dibandingkan kebutuhan normal. Pada hari sidak, pengiriman stok BBM di kabupaten Jember mengalami peningkatan hingga sekitar 35 persen dibandingkan hari biasanya.

Gus Fawait secara khusus memastikan ketersediaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax yang banyak masyarakat gunakan.

“BBM-nya aman, untuk Pertalite aman, untuk Pertamax aman,” tegasnya.

Gus Fawait mengakui sempat terjadi kendala distribusi BBM pada pekan sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah kemacetan dalam proses pengiriman dari Pelabuhan Banyuwangi menuju Jember.

Namun, kondisi distribusi saat ini Bupati Jember sebut telah kembali normal. Bahkan, sejak Senin, pasokan BBM untuk wilayah Jember telah mendapatkan tambahan guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat.

“Memang minggu kemarin ada kendala pengiriman BBM. Dari Pelabuhan Banyuwangi ada kemacetan. Dikirim ke Jember ada kemacetan. Tapi untuk minggu ini pengirimannya sudah lancar,” jelasnya.

Selain BBM, Gus Fawait juga memastikan ketersediaan LPG di Kabupaten Jember dalam kondisi aman. Ia menyebut permintaan LPG justru lebih rendah dibandingkan hari-hari biasanya.

Dalam sidak tersebut, Bupati turut didampingi pihak SBM yang menangani distribusi BBM dan LPG, kepolisian, Satpol PP, serta unsur Hiswana Migas.

Gus Fawait mengatakan pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan terhadap SPBU yang ada di Kabupaten Jember untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan.

Di tengah meningkatnya antrean kendaraan, Gus Fawait juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli BBM secara berlebihan, terlebih dengan tujuan menimbun.

Bupati meminta aparat kepolisian mengambil tindakan tegas dan terukur apabila menemukan pihak yang sengaja membeli BBM berulang kali untuk mereka timbun.

“Kalau ada yang membeli dengan diduga untuk penimbunan, mulai besok akan dilakukan tindakan-tindakan yang tegas dan terukur,” katanya.

Gus Fawait juga mengajak masyarakat ikut mengawasi praktik pembelian BBM yang diduga bertujuan untuk penimbunan. Jika menemukan indikasi tersebut, masyarakat dapat melaporkannya melalui platform Wadul Gus’e untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan aparat kepolisian.

Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan agar tambahan pasokan BBM yang telah disiapkan pemerintah tidak justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan penimbunan.

“Jangan sampai ada yang beli BBM, niatnya adalah untuk menimbun,” tegasnya.

Bupati kembali mengimbau masyarakat Jember untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

“Sebetulnya suplai BBM sudah melebihi dari kebiasaan kebutuhan sehari-hari. Sabar, tetap semangat dan tidak perlu panik. Tidak perlu beli berlebihan,” pungkasnya.

Darin, warga kecamatan Balung yang kebetulan melintas di jalan Gajah Mada terpaksa antre di SPBU sebab keberadaan BBM eceran langka dan harga bensin eceran melambung tinggi.

“Pertalite dijual Rp 12.500 dan Pertamax ada yang jual Rp 19 ribu per Liternya,” pungkasnya.

Berdasarkan data terhimpun, saat ini Bupati Jember sudah melakukan koordinasi dengan pusat untuk mendapatkan stok BBM dari Surabaya dan Banyuwangi. Hasilnya, kabupaten Jember mendapatkan kiriman BBM sebanyak 880 KL. Sementara kebutuhan BBM harian di kabupaten Jember hanya 650 KL. (adv)

Reporter: Suliyadi.

Editor: Kundari PS.

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Patroli Subuh Berjamaah, Polisi Hadir Bersama Masyarakat Jaga Kamtibmas Polsek Selopuro

BLITAR, SMNNews.co.id - Polsek Selopuro, Polres Blitar, terus meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan patroli subuh berjamaah guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat...

FIPT Hadiri Undangan DPRD Kota Malang, DKN: Start Trans Jatim Koridor 2 di Arjosari

KOTA MALANG, SMNNews.co.id - Rencana operasional Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya masih menyisakan sejumlah persoalan, mulai dari kejelasan integrasi angkutan kota (angkot), perlindungan...

Bupati Asahan: Kisaran Science Olympiade 2026 Bentuk Generasi Cerdas Menyongsong Indonesia Emas 2045

ASAHAN, SMNNews.co.id - Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, menghadiri Kisaran Science Olympiade 2026 tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK dan guru se-Sumatera Utara yang berlangsung di...