HomeBERITASikapi Sumbatan Pipa Air, PDAM Tirta Penataran Gelar Rakor Bersama Kejaksaan dan...

Sikapi Sumbatan Pipa Air, PDAM Tirta Penataran Gelar Rakor Bersama Kejaksaan dan Instansi Terkait

PLT Direktur PDAM Tirta Penataran Kabupaten Blitar gelar Rakor dengan dinas terkait, sikapi adanya penyumbatan yang terjadi di pipa milik PDAM

BLITAR, SMNNews.co.id – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Penataran Kabupaten Blitar mengundang Dinas-dinas terkait, Muspika Garum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar, ATR/BPN Kabupaten Blitar dan Kades Karangrejo dalam rapat koordinasi menyikapi polemik sumbatan pipa sumber air minum di wilayah Desa Karangrejo.

Diduga akibat penutupan pipa air minum tersebut, disinyalir ratusan warga di Kecamatan Garum dan Nglegok selama empat hari ini mengalami krisis air bersih.

Terkait hal ini, selepas rapat koordinasi di Kantor Kecamatan Garum, Rabu (23/08/2023) siang, Pj Dirut PDAM Tirta Penataran, Elin Rahma mengatakan, letak mata air yang pipanya disumbat tersebut, disinyalir berada di luar lokasi Hak Guna Usaha (HGU) yang diklaim PT. Kemakmuran Swarubuluroto.

“Letak mata air tersebut, disinyalir di luar HGU, untuk itu, kami terus mengumpulkan data menguatkan hal tersebut, Supaya permasalahan ini cepat terselesaikan.

Sedang untuk membantu warga terkait kebutuhan air bersih, sementara kita antisipasi dengan menyalurkan air ke warga terdampak,” jelas Elin selepas rapat koordinasi.

“Hasil rapat koordinasi, langkah kami saat ini masih mengumpulkan data penguat untuk menindak lanjutinya.

Setelah terkumpul data-data akurat, maka kami akan lakukan langkah selanjutnya,” ungkapnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kejari Blitar siap melakukan pendampingan hukum terhadap PDAM Tirta Penataran yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Terkait somasi, kita akan pastikan dulu, apakah yang mensomasi benar-benar pihak dari PT Kemakmuran Swarubuluroto.

Kami sebagai jaksa pengacara negara siap mendampingi PDAM, karena merupakan BUMD,” kata Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Blitar, Syahrir Sagir.

Dirinya pun mengungkapkan, jika setelah pemeriksaan lokasi mata air tersebut, berada di luar area HGU, maka pihak yang melakukan penutupan pipa bisa terancam pidana pasal pengerusakkan.

“Kalau memang terbukti ada di luar wilayah HGU, tentu bisa masuk ranah pidana pengerusakkan.

Dan sementara setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, kami sudah mengantongi nama-nama yang melakukan penyumbatan pipa,” pungkas Syahrir. (tim/bon)

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

PMPB Kecamatan Kertapati Periode 2024-2028 Resmi Terbentuk

PALEMBANG, SMNNews.co.id - Pengurus Peguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Kecamatan Kertapati masa Bhakti 2028-2024 resmi terbentuk pada bulan Januari 2024 lalu yang turut dihadiri...

Polres Blitar Kota Gelar Apel Operasi Keselamatan Lalu Lintas Semeru 2024

KOTA BLITAR, SMNNews.co.id - Polres Blitar Kota melakukan apel gelar pasukan operasi keselamatan Semeru 2024 di halaman Kantor Pemerintah Kota Blitar, Sabtu (02/03/2024). Apel gelar...

Polres Pesawaran Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Krakatau 2024

PESAWARAN, SMNNews.co.id - Polres Pesawaran menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Krakatau 2024 di halaman Mapolres Pesawaran. Diikuti personel Kepolisian dari Personil Brigif Marinir Piabung,...