Simulasi Bencana, Masyarakat Masih Perlu Edukasi Tangani Gempa

Korban gempa digambarkan sedang diberi pertolongan oleh petugas kesehatan, dalam simulasi gempa oleh BPBD Ngawi.
Ngawi, suaramedianasional.co.id – Kepanikan jelas terlihat bagi siswa-siswi di SDN Kersikan Kecamatan Geneng, begitu ada pengumuman terjadi gempa. Begitu pula saat terjadi gempa susulan, beberapa anak terluka dan berhamburan keluar kelas. Itulah suasana yang terjadi saat simulasi tanggap bencana gempa oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Selasa (6/8/2019). Gambaran tentang gedung sekolah yang ambruk dan banyaknya siswa terluka, juga menjadi salah satu tantangan bagi petugas kesehatan menolong mereka. “Inilah gambaran ketika ada bencana, tujuan simulasi ini kan untuk mengajarkan msyarakat cara menyelematkan diri saat terjadi gempa,” ungkap Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, yang turut hadir di kegiatan simulasi tersebut.
Menurut Ony Anwar, fokus penanganan bencana bukan hanya menolong korban, namun meminimalisir jumlahnya. Karena itu, mencegah bertambahnya korban cukup penting dilakukan dengan menitikberatkan evakuasi mandiri oleh warga, bukan menunggu pertolongan. “masyarakat butuh edukasi mengenai tanggap gempa, walau Ngawi tidak termasuk yang sering gempa, namun tidak ada salahnya belajar mengenali,” kata Ony.
Kegiatan simulasi itu sendiri selain melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Ngawi juga diikuti petugas TNI, relawan tanggap bencana dan tim kesehatan. (ari)