Sosialisasikan Pemilu pada Penyandang Sakit Mental

Sosialisasi Pemilu di Pondok Rehabilitas Jiwa As Syifa oleh Relasi basis netizen, Minggu (17/1).
Ngawi, suaramedianasional.co.id – Bagaimana menghadapi Pemilu bagi mereka yang mengalami gangguan mental? Pada kenyataannya, banyak dari mereka tidak dicabut hak pilihnya, ada dalam DPT dan dapat menggunakan hak pilihnya saat Pemilu 2019 mendatang. Inilah yang mendasari Relawan Demokrasi (Relasi) untuk melakukan sosialisasi pada para penyandang sakit mental yang ada di Pondok Rehabilitasi Jiwa As Syifa, Dusun Brejing, Desa Cepoko, Kecamatan Ngrambe. “Kami menyambut baik kedatangan relasi ini karena memang ada di antara penghuni pondok yang terdata memiliki hak pilih,” ungkap Rina Santika, salah satu pengasuh Pondok As Syifa.
Di pondok ini ada sekitar 140 orang dirawat, dengan rata-rata gangguan jiwa seperti depresi, halusinasi dan stres dengan berlatar macam-macam penyebab. Namun yang mengikuti acara sosialisasi sebanyak 77 orang, dengan alasan penghuni yang lain masih belum stabil. “Sebagian belum bisa bersosialisasi dengan baik, bahkan masih mudah berteriak atau mengamuk, ada pula yang suka menggigit,” ungkap Rina.
Suasana pemberian informasi tentang Pemilu 2019 pun berlangsung dengan model komunikasi khusus, lebih banyak model dialog dan tanya jawab. Mereka yang mampu menjawab pertanyaan dari tim relasi, diberi hadiah kue agar bersemangat dan fokus mengikuti kegiatan.
Menurut Firman, salah satu tim relasi, keberadaan mereka tak dapat diabaikan karena masih memiliki hak pilih. “Tahun 2009 dan 2014, pengasuh pondok ini juga mendampingi para penghuni untuk datang mencoblos ke TPS,” ujarnya.
Sementara itu, jumlah pemilih yang sudah dipastikan terdaftar sekitar 10 orang.
Kesepuluh orang tersebut juga merupakan warga luar Ngawi sehingga harus diuruskan pindah memilih. Namun pengasuh pondok masih menunggu pendataan ulang dari KPU. “Soalnya yang sebelumnya tidak lengkap KTP, mungkin juga sudah ada sekarang,” kata Dimas, Ketua Pondok As Syifa.
Sosialisasi itu sendiri berlangsung meriah karena cara bertanya para peserta juga unik. (ari)