
JEMBER, SMNNews.co.id – Senin malam (02/03/2026), untuk mensukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten Jember, Muhammad Fawait, Bupati Jember lakukan konsolidasi dengan mengumpulkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se kabupaten Jember.
Sembari menunaikan ibadah umrah, Gus Fawait mengkonsolidasikan sekitar seratus tiga puluhan pengelola SPPG se kabupaten Jember agar kedepannya tidak ada komplain terkait program MBG di kabupaten Jember.
Gus Fawait juga mengungkapkan bahwa ia juga akan terkena imbas dari pusat jika di wilayah Jember ada keluhan ataupun persoalan terkait program MBG.
“Dengan adanya konsolidasi ini, kita bersama tim Satgas, baik di tingkat kabupaten, Korwil hingga kecamatan bertujuan menyatukan persepsi sebagaimana tanggungjawab masing-masing,” ungkap Gus Fawait saat sambutan secara zoom meeting dengan tim Satgas MBG kabupaten Jember dan pelaku SPPG di pendopo Wahyawiwahagraha.
Bupati asli putra Jember ini juga memaparkan bahwasanya program MBG bertujuan untuk menuntaskan kasus stunting dan mempersiapkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas agar negara luar tidak memandang sebelah mata ke negara Indonesia.
“Selain infrastruktur yang bagus, SDM berkualitas juga faktor penting untuk mewujudkan cita – cita Indonesia Emas di tahun 2045,” tegasnya.
Gus Fawait juga menambahkan, program MBG juga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan produk lokal di menu MBG serta program MBG di Jember menyerap tenaga kerja sekitar 15 ribu orang.
“Meski di tahun 2026 secara Transfer ke Daerah (TKD) kabupaten Jember terkoreksi 350 miliar Rupiah, namun dengan adanya program MBG ada dana tambahan dari pusat yang mengalir dan berputar ke kabupaten Jember sebesar sekitar empat triliun. Ini sangat luar biasa, keuangan yang berputar di Jember yakni, dari APBD Jember sebesar 4,3 T dan tambahan dana dari MBG sebesar 4 T,” tuturnya.
Gus Fawait optimis dengan adanya perputaran uang yang besar di kabupaten Jember, maka perekonomian di kabupaten Jember akan bangkit dan akan berdampak pada penurunan angka kemiskinan di kabupaten Jember.
“Berdasar Inpres Nomor 115 tahun 2025, bupati mendapat wewenang untuk melakukan pengawasan dan memberikan rekomendasi ke BGN terkait kelayakan SPPG saat perpanjangan kontrak kerjasama,” ungkapnya
Gus Fawait juga mengingatkan pelaku SPPG bahwa program MBG merupakan tanggungjawab bersama, untuk itu bupati mengajak pelaku SPPG agar menyamakan persepsi dengan saling koordinasi dan evaluasi sehingga tidak anarkis.
“Program MBG inisiasi Presiden Prabowo merupakan program brilian, untuk itu perlu ada komunikasi dan kolaborasi antara SPPG dan Pemkab Jember untuk kesuksesan program MBG,” jelasnya.
Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya ini juga berharap agar SPPG yang belum lengkap perizinannya agar segera melengkapi, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) serta sertifikasi standar keamanan pangan dan manajemen risiko juga sertifikasi halal wajib SPPG penuhi untuk menjamin kehalalan makanan.
“Bagi SPPG yang mengalami kesulitan dalam mengurusi persyaratan bisa berkoordinasi dengan Satgas atau Korwil Satgas MBG,” terangnya.
Gus Fawait juga mengatakan, dalam mensukseskan program MBG di Jember ia berinisiatif membuat dua grup WA, satu grup berisi SPPG dan Pemkab, satunya lagi antara Pemkab dengan pihak sekolah penerima program MBG.
“Tujuan grup WA untuk menghindari kesalahpahaman saat ada polemik program MBG di lapangan dan sehingga bisa segera teratasi. Termasuk memfoto menu makanan yang akan SPPG distribusi ke sekolah agar bisa terkontrol,” ucapnya.
“Mudah – mudahan hari Rabu kita bisa action lagi untuk mengawal program MBG. Dan SPPG harus bisa mengoptimalkan media sosial sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat terkait program MBG serta memposting menu MBG,” lanjutnya.
Politisi Gerindra ini juga menyampaikan bahwa Pemkab Jember akan mengadakan kompetisi antar SPPG sebagai tolak ukur, bagi yang terbaik akan mendapatkan reward.
Gus Bupati juga mewanti – wanti SPPG agar jangan sampai mengurangi atau memotong anggaran pengadaan program MBG,” tegasnya. (*)
Reporter: Suliyadi.
Editor: Kundari PS.
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

