Suyanto : PRSI Sidoarjo Tidak Menghalangi Prestasi Para Atlet

Sekretaris PRSI Sidoarjo Suyanto memberikan klarifikasi.
Sidoarjo, suaramedianasional.co.id – Latiful Muyassar atlet muda yang gagal mengikuti Kejuaraan Daerah Renang di Surabaya.
Winarno orang tua atlet tersebut, mengatakan bahwa Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sidoarjo dan KONI Sidoarjo telah menghalangi Prestasi atlet muda. Padahal Winarno sendiri tidak mengetahui isi dalam peraturan yang sudah direpatkan dan di sepakati bersama. Sekretaris PRSI Sidoarjo, Suyanto memberikan klarifikasi dan menjelaskan bahwa, Kamis 21 Februari 2019 anggota Pengkab PRSI Sidoarjo melakukan rapat koordinasi dan mengundang pihak Delta Swimming Club (DSC) ,”tapi tidak hadir dan menyetujui hasil dari rapat ini,”ujarnya.
Dalam rapat koordinasi itu telah menghasilkan beberapa point yang sudah di sepakati bersama diantaranya, poin pertama bahwa atlet yang mewakili Pengkab PRSI dalam event Kejurda renang 2019, adalah atlet yang tidak pernah mengikuti kejuaraan selam/atlet selam. Poin kedua penentuan team pada Kejuaraan Renang adalah atlet yang masuk dalam rangking 8 besar Jatim di KU masing-masing, (dilihat pada event Krapda/Jatim open 2018 dan Roeslan Cup). Poin ketiga bagi atlet dari perkumpulan diluar team yang ikut Kejurda diperbolehkan dengan catatan masuk limit waktu Kejurda 2019 di KUnya masing-masing dengan biaya mandiri. Beberapa aturan tersebut juga dilakukan seperti PRSI Surabaya, Pasuruan dan juga Kabupaten Malang.
Suyanto sangat menyayangkan atas surat pengaduan DSC ke KONI Sidoarjo, yang isinya meragukan apa yang sudah menjadi keputusan PRSI Sidoarjo.”Justru peraturan yang sudah dibuat oleh PRSI Sidoarjo, menyelamatkan atlet untuk kebaikan Prestasi ke depannya. Kalau tidak di perlakukan aturan akan dapat merusak induk organisasi dan mempengaruhi Prestasi atlet lainnya,”ucapnya.
Dan itu sudah di perjelas kalau atlet tersebut telah pernah mengikuti kejuaraan selam. Ia juga menyampaikan “Pengalaman tahun 2018 lalu, ada atlet yang ikut seleksi renang Popda. Setelah lolos dan targetnya emas di Jember, tiba-tiba ikut selam di Tenggarong Palembang. Kejuaraan di Jember ditinggal, tanpa ada pemberitahuan. Padahal, itu mengatasnamakan dinas,” ungkapnya. (try)