Tanah Ulayat Dikuasai PT.Bakrie Sumatra Plantation Tbk, Warga Dua Desa Duduki Lahan

Penduduk Desa Merdeka dan Desa Gongsol melancarkan aksi protes dengan menduduki tanah ulayat yang sudah lama dikuasai PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk.
Karo, suaramedianasional.co.id Penduduk Desa Merdeka dan Desa Gongsol melancarkan aksi protes dengan menduduki tanah ulayat yang sudah lama dikuasai PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk.
Aksi pendudukan tersebut berlangsung Hari Minggu dini hari, (31/3), sekitar pukul 01.00 WIB.
Warga kedua desa menamai gerakan mereka Perjuangan Reformasi, dengan ketua aksi Setori Ginting Manik. “Pergerakan ini murni inisiatif warga, bukan ditunggangi pihak lain karena ini tahun politik. Sekali lagi saya tegaskan tidak ada unsur politiknya,” tegas Setori.
Menurut cerita Setori, tanah ulayat tersebut pernah disewa Belanda pada tahun 1917. Pasca Belanda keluar dari Indonesia, tanah dan bangunan yang berada di atasnya bukan kembali kepada ahli waris.
Pihaknya mempertantaman bila tanah itu diklaim PTPN ataupun BUMD/BUMD karena sesungguhnya itu adalah hak masyarakat Desa Merdeka dan Gongsol.
Permintaan hak atas tanah ulayat itu juga bukan untuk kepentingan pribadi melainkan menggantikan fasilitas yangbdiperlukan rakyat. Ini karena  sejak Indonesia merdeka, di Desa Gongsol belum pernah ada bangunan sekolah dan fasilitas kesehatan.
“Rencana kami bangunan yang ada bukan untuk dirusak. Tetap dijaga kelestariannya sebagai bangunan bersejarah, hanya saja dialihfungsikan menjadi sekolah dan Puskesmas,” katanya.
 Tanah ulayat tersebut ada sekitar 9 ribu meter persegi, sebgan sebuah bungalow dan bangunan semacam mess.
Aksi pendudukan lahan berlangsung hingga sore hari, mereka bahkan membuat pos di samping gerbang depan dan membentang spanduk tertuju pada Jokowi. Tulisannya pun cukup.mencolok, berbunyi : “Kepada Bapak Jokowi yang Terhormat, Bantu Kami untuk Memperjuangkan Hak Ulayat Tanah Kami.” (ius)