Teledor, Balita Tersambar Api dari Tungku Tambal Ban

Balita yang tersambar api dari tungku tambal ban, berangsur membaik setelah dirawat tim dokter.
Ngawi, suaramedianasional.co.id – Tangisan lirih terdengar dari ruang perawatan klinik As Syifa Ngawi, Selasa (05/3).
Pasangan suami istri Subagiyo (42 thn) dan Jumirah (33 thn), warha Desa Jambangan Kecamatan Paron ini dengan susah payah berusaha membujuk anak mereka, Fahri Dwi Wibisono (4thn), agar berhenti menangis. Tangan, wajah, dada dan kaki Fahri terlihat melepuh setelah terkena sulutan api dari tungku tambal ban. “Pekerjaan saya memang menambal ban, tidak disangka akan begini nasib anak saya,” ujar Subagiyo.
Luka bakar yang terbanyak ada pada wajah sebelah kiri Fahri dan membuatnya rewel.
Peristiwa naas itu terjadi saat tungku tambal ban yang sedang digunakan Subagiyo, menyambar bahan bakar yang tumpah dari jeriken. Saat bersamaan Fahri hendak mengambil gunting di dekat tempat ayahnya bekerja. Tak pelak lagi, api menyambar tubuh Fahri. “Saya langsung panik dan rangkul anak saya, walau ikut kena api, saya coba padamkan secepatnya dan bawa ke klinik ini,” ungkap Subagiyo.
Sementara itu Rahayu Zulaika, dokter yang merawat Fahri mengatakan, luasan luka bakar pada balita ini sekitar 20 persen dan butuh perawatan intensif agar tidak infeksi dan diberikan infus agar tidak dehidrasi.
Kejadian ini menjadikan pelajaran bagi seluruh orangtua untuk lebih waspada mengawasi balitanya karena usia mereka yang aktif dan menjauhkan anak-anak dari area yang dapat membahayakan mereka. Pasangan Subagiyo dan Jumirah sendiri mengaku menyesali kelalaian mereka menjaga Fahri dan kini berdoa agar Cahri lekas sembuh. (ari)