Terbengkalai dan Banyak Barang Raib, Inventarisasi Aset SMPN 3 Paron Dipertanyakan

Keadaan salah satu ruangan di SMPN 3 Paron. Tahun ini sekolah tersebut telah menerima 53 siswa baru setelah sempat setahun tutup.

NGAWI, SMNNews co.id – Keteraturan inventarisasi aset di Pemkab Ngawi, khususnya Dinas Pendidikan, layak dipertanyakan.

Hal ini tercermin dari kondisi SMPN 3 Paron yang tampak terbengkalai, kotor dan sebagian barang hilang, belum diketahui kemana rimbanya.

SMPN 3 Paron sendiri lebih setahun sempat ditutup karena kekurangan murid. Namun, tahun 2020 ini, SMP tersebut dibuka kembali dan berhasil menerima 53 siswa.

Sayangnya, kondisi kelas tampak amburadul. Sebagian besar almari yang biasa untuk menyimpan barang juga terlihat melompong.

Bangku dan meja ditumpuk tak beraturan. Sekolah yang masuk wilayah Desa Ngale Kecamatan Paron itu, lantainya berdebu, lemari pajang kosong, komputer juga tak terlihat bekasnya dan laporan tentang hal itu juga masih misterius.

Kepala Dinas Pendidikan Ngawi, M. Taufiq, A.S, mengungkapkan, pihaknya membuka kembali penerimaan peserta didik baru di SMPN 3 Paron karena ingin memanfaatkan bangunan yang sudah ada dan memfasilitasi warga Paron agar tidak sekolah terlalu jauh.

“Sayang kalau tidak dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar, jika nanti sudah boleh masuk sekolah pasca pandemi ya kan bisa digunakan lagi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan tersebut juga meminta agar mengabaikan raibnya barang-barang di SMPN 3 Paron. “Hal yang terpenting itu ya ke depan, mengaktifkan kembali sekolah tersebut,” tukasnya.

Anehnya, Taufiq mengakui tengah berusaha melakukan pembenahan. Namun dia enggan merinci anggaran dan sumbernya. “Sudahlah, sumbernya itu ya APBD,” kilahnya.

Pengamatan awak media, sudah ada pengecatan dan beberapa pembenahan fisik di SMPN 3 Paron. Namun, saat ditelusuri, belum ada satu pun dokumen yang menjelaskan bahwa di lokasi tersebut ada pengadaan proyek yang terdanai dari anggaran negara tahun 2020. (iko)