Tersangka Pembunuh Juragan Babi Panggang Tertangkap

Tersangka berhasil dibawa ke Mapolres Karo. Dia mengaku membunuh juragan BPK Vichada karena panik aksinya menerobos warung ketahuan korban.

 

Karo, suaramedianasional.co.id – Kasus pembunuhan yang menewaskan Muliati Sinuhaji (59 thn) akhirnya terkuak. Polisi menangkap Andika Pranata Ginting (20 thn) warga Sei Mencirim Medan, saat tersangka dalam pelarian untuk menghilangkan jejak.

Andika ditangkap di Pancur Batu Kabupaten Deliserdang pada Kamis (08/3) jelang tengah malam. Petugas terpaksa menembak kakinya karena dia berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.

Andika pada para wartawan mengakui membunuh korban karena panik. Dia juga mengaku pernah bekerja di tempat usaha babi panggang milik korban sekitar dua bulan. “Saya mengundurkan diri dan mau pulang kampung, saya bermaksud pinjam uang kepadanya,” ungkap Andika.

Babi panggang Karo (BPK) Vichada milik Muliati Sinuhaji banyak dikenal masyarakat Karo. Namun tersangka tak menjelaskan mengapa dirinya maah mundur dari pekerjaan. Dia nekat maasuk ke BPK Vichada yang sudah tutup pada Rabu malam. Hal itu didorong keinginannya pulang ke Medan dan ingin meminjam uang sejumlah Rp 40 ribu. Andika menuturkan dirinya tak berusaha menggedor pintu dan meminta dibukakan namun malah merusak salah satu bagian warung. “Saat itu saya melihat  kondisi warung sudah tutup, dan saya masuk dari depan persisnya, dari samping pintu masuk, dengan merusak bagian tepas jualan BPK Vichada,” ujar Andika.

Namun setelah masuk ke warung Andika melihat mantan majikannya tidur pulas. Dia pun bermaksud melihat isi warung lainnya namun langkahnya rupanya membuat korban terbangun dan melihatnya. “Saya takut dia berteriak jadi saya mengambil pisau dapur yang ada di meja ruangan itu,” katanya.

Andika mendorong korban sampai jatuh terlentang kembali dan menyabetkan pisaunya. Sabetan ini mengenai bagian muka korban di dekat pelipis dan membuatnya tak berkutik. Andika kemudian meloloskan dua cincin emas dan satu cincin berlian dari jari korbannya. Dia bahkan sempat menutupi korban dengan selimut sebelum  akhirnya lari keluar. Andika juga masih sempat membuang pisau dapur yang dipakainya melukai korban ke ladang warga yang berada tak jauh dari BPK Vichada. “Saya kemudian pergi ke lapo tuak di Berastagi, menghilangkan kegelisahan dan rasa takut,” katanya.

Pagi harinya, Andika ke Pancur Batu Kabupaten Deliserdang setelah menjual salah satu cincin korban senilai Rp 1 juta.  “Uangnya saya pakai berfoya-foya bersama salah satu teman di Pancur Batu,” ungkapnya.

Andika tentu tak menyangka polisi sudah mengendus ulahnya dan saat hendak ditangkap dia pun ingin lari sehingga ditangkap. Langkah pelarian Andika pun berakhir saat borgol dari Kasatreskrim Polres Karo, AKP Ras Maju Tarigan membelenggu tangannya. Bukan hanya Andika yang dibawa polisi, namun teman minum tuaknya pun kena imbas dengan diboyong ke Mapolres Karo. Penyelidikan sementara tersangka Andika mengaku melancarkan aksinya sendirian, namun polisi masih terus memeriksa kasus ini secara intensif. (ius)