
Jakarta, SMNNews.co.id- Suasana aula A.H Nasution yang berada di Mabes TNI-AD Nampak berbeda dari biasanya. Deretan prajurit berdiri tegap, sementara para perwira dan tamu undangan memenuhi area tribun pada Kamis (04/12/2025).
Hari itu menjadi momen penting dimana tiga Kodim di jajaran Kodam V/Brawijaya dinobatkan sebagai yang terbaik dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 tahun ini.
Program TMMD selalu menjadi ajang yang bukan sekadar perlombaan, tetapi ladang pengabdian. Kodim yang menang adalah mereka yang berhasil menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat, diantaranya jalan yang sebelumnya berbatu berubah menjadi akses antar kampung, hingga fasilitas umum yang selama ini hanya menjadi angan-angan.
Ketiga Kodim peraih predikat terbaik tersebut ialah Kodim 0811/Malang-Batu, Kodim 0816/Sidoarjo dan Kodim 0804/Magetan.
Para prajurit yang turun langsung di lapangan bukan hanya bekerja membangun fasilitas, melainkan juga tinggal bersama masyarakat, turut merasakan denyut kehidupan desa.
“Kami tidak hanya datang untuk membangun, tapi menjadi bagian dari masyarakat yang kami bantu,” ujar salah satu Dansatgas TMMD yang hadir dalam acara penyerahan penghargaan tersebut.
Keberhasilan itupun, menyita perhatian Pangdam V/Brawijaya disela pemberian penghargaan tersebut. Pada momen itu, Mayjen TNI Rudy Saladin, mengapresiasi kerja keras para prajurit yang telah menjalankan misi TMMD dengan komitmen tinggi, serta menekankan jika keberhasilan itu bukan semata-mata capaian militer, tetapi juga kemenangan masyarakat.
“Kodam Brawijaya bangga kepada seluruh anggota di jajaran yang telah bekerja penuh dedikasi. TMMD adalah wujud nyata kedekatan TNI dengan rakyat. Prestasi ini menunjukkan semangat itu tetap terjaga,” tegas Pangdam.
Pangdam juga berharap pencapaian tersebut, bisa menjadi motivasi bagi satuan lain untuk lebih inovatif dalam merancang program TMMD, terutama dalam menjawab kebutuhan nyata warga desa.
Tak hanya itu, keberhasilan tiga Kodim tersebut menjadi momentum jika TMMD bukan sekadar program tahunan, melainkan motor perubahan di pedesaan.
Penghargaan yang diberikan di Mabesad saat itu hanyalah simbol. Namun, kata Pangdam, pembangunan yang berhasil diwujudkan di desa-desa itulah yang menjadi bukti nyata karya pengabdian TNI.
“Kodam Brawijaya menegaskan, TMMD bukan akan berhenti di sini. Selama masih ada desa yang butuh sentuhan pembangunan, prajurit akan terus datang membawa semangat TNI hadir untuk rakyat,” tegas Mayjen TNI Rudy. (*)

