Tiga Pelaku Curanmor Ditembak

Para tersangka kasus curanmor yang berhasil diamankan petugas Reskrim Polres Karo.
Karo, suaramedianasional.co.id – Petugas Satreskrim Polres Karo Sumatera Utara menindak tegas pelaku pencurian kendaraan bermotor.
Tiga dari empat tersangka yang ditangkap, ditembak kakinya saat mencoba melarikan diri. Tersangka yang ditembak adalah Erik Sinaga (23 thn) warga Jl Surya Indah Berastagi. Erik dilaporkan atas dugaan pencurian sepeda motor, di rumah Eikinia Ari Surmana Surbakti, warg Jl Abdi Ujung Kelurahan Gundaling, Berastagi, Jumat (15/3). “Sekitar pukul 05.00 WIB korban dan ibunya mendapati puntu rumah rusak, sebuah sepeda motor, uang Rp 3,47 juta, enam HP dan sejumlah surat berharga hilang,” ungkap Aiptu Joni Sitepu, dari Humas Polres Karo.
Eikinia dan ibunya Anita br Tarigan, akhirnya melaporkan pencurian yang menyebabkan mereka mengalami kerugian Rp 36 juta lebih itu ke Polres Karo. Penyelidikan mengarah ke tersangka Eric Sinaga yang diringkus di sebuah lapo tuak. Sayangnya, saat akan ditangkap, justru Erik hendak melarikan diri sehingga kedua kakinya ditembak.
Pelaku pencurian kendaraan bermotor juga berhasil ditangkap pada kasus berbeda, berinisial BG (16 thn), PG (19) warga Desa Bunuraya Kecamatan Tigapanah dan RG (19 thn) warga Desa Ergaji Kecamatan Merek.
Ketiga anak muda ini diduga mencuri sepeda motor dan dilaporkan Perandoni Hasudungan Silalahi (21 thn), Jk Hyta IV Ujung Padang Kabupaten Simalungun.
Kejadiannya bermula Minggu malam (10/3), Perandoni meminjam sepeda motor milik temannya jenis RX King nopol BK 6113 FU dibawa ke sebuah warung kopi di Berastagi. Naasnya, keluar dari warkop, ternyata motor sudah lenyap dan setelah dilakukan upaya pencarian pun tidak ditemukan. Sehingga Perandoni melaporkan ke Polres Karo.
Penyelidikan polisi pun mengarahkan pada tiga tersangka PG, BG dan RG. Saat akan ditangkap mereka mencoba melarikan diri sehingga dua diantaranya kena tembak petugas. “Kini para pelaku sudah diamankan dan proses hukum terus berjalan serta akan dilakukan pemeriksaan intensif untuk pengembangan kasusnya,” ujar Aiptu Joni Sitepu. (ius)