NGAWI, SMNNews.co.id – Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) menjadi program prioritas yang makin intensif dilakukan di Ngawi selama tiga tahun terakhir.
Dukungan penerapan PRLB juga dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi,pada 20 November 2024 dengan menggelar Farm Field Day (FFD).
FFD dilaksanakan bersama kelompok tani Desa Sambirejo Kecamatan Ngrambe. Di desa ini, sebagian besar lahan sawah sudah menerapkan PRLB.
Hal ini dilakukan dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan digantikan dengan pupuk organik, bahkan pupuk organik itu dapat dibuat sendiri oleh anggota klomtan.
kegiatan berlangsung meriah. Acara yang bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pengetahuan petani tentang budidaya padi PRLB ini dihadiri oleh 90 peserta, terdiri dari petani, penyuluh, dan berbagai pihak terkait.
Rangkaian acara diawali dengan arahan teknis penyuluh pertanian, Hastania Harimurti, mengenai budidaya padi PRLB.
Dalam arahannya, menjelaskan pentingnya penggunaan pupuk organik, pengendalian hama dan penyakit secara alami, serta manfaat padi PRLB bagi kesehatan dan lingkungan.
Setelah sesi arahan dilanjutkan dengan methil, sebagai wujud melestarikan kebudayaan. Kegiatan FFD kemudian dilanjutkan diskusi antar petani dalam penerapan PRLB.
Puncak acara adalah pelaksanaan ubinan padi PRLB. Petani dengan antusias memanen padi PRLB yang telah siap panen.
Hasil ubinan menunjukkan bahwa padi PRLB yang dibudidayakan dengan tepat dapat menghasilkan panen yang berkualitas dan bernilai ekonomis tinggi.
Kepala Desa Sambirejo, Susilo, menyampaikan harapannya agar kegiatan Farm Field Day ini dapat menginspirasi petani lainnya untuk beralih ke pertanian PRLB.
“Budidaya padi PRLB ini membuat kita tidak hanya mendapatkan hasil panen yang sehat dan berkelanjutan, tetapi juga melestarikan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya. ***
Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!