
NGAWI, SMNNews.co.id – Gerakan ketahanan pangan dan meningkatkan produktifitas pertanian, tak mungkin lepas dari kesinambungan keberadaan petani.
Kaum muda di Ngawi pun dipacu untuk semakin megenal dan mencintai bidang pertanian serta pengelolaan persawahan. Salah satu yang dilakukan adalah memanfaatkan lahan sawah sebagai lintasan lomba lari.
Gelaran ini dilakukan di areal persawahan Desa Bintoyo, Kecamatan Padas 12 Juli 2025 dengan tema Sawah Run Race dan tak disangka dibanjiri ratusan peserta, bahkan dari kebupaten jiran seperti Bojonegoro, Madiun dan Magetan.
“Kami harap ini bisa semakin membuat kaum muda Ngawi makin peduli dan cinta pertanian. Senyampang belum ditanami, lahannya boleh dipakai lomba lari dulu,” ungkap Supardi, Ketua Panitia Hari Jadi ke-667 sekaligus Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi.
Lonba meriah ini mengusung tema, “Semangat Ngawi Tumbuh, Pangan Tangguh, Indonesia Emas. Gelaran ini dibuka langsung oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, yang hadir bersama jajaran OPD dan tokoh masyarakat.
“Ini sebagai bentuk memperingati Hari Jadi Ngawi dengan cara yang membumi, menggabungkan antara olahraga, pertanian dan hiburan. Menjadikan kita ingat bahwa Ngawi adalah kabupaten lumbung pangan yang punya potensi besar,” ujar Bupati Ony Anwar Harsono.
Kreasi lomba dengan menggaet sektor pertanian juga pernah dilakukan sebelumnya dengan lomba balap traktor di Paron.
Lomba ini diapresiasi positif oleh Bupati Ngawi. Saat ini penting dilakukan untuk menjadikan pertanian sebagai penopang pangan nasional dan bagian dalam mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif, pariwisata, dan investasi.
Momentum peringatan Hari Jadi Ngawi ke-667 ini tentu bukan sekadar dipahami sebagai deretan angka, melainkan tekad untuk melakukan upaya lebih baik dan menyejahterakan masyarakat.***

