HomeBERITATNI-AL Hibahkan Pesawat ke Pemkab Madiun, Jadi Monumen Alutsista yang Diresmikan KSAL

TNI-AL Hibahkan Pesawat ke Pemkab Madiun, Jadi Monumen Alutsista yang Diresmikan KSAL

Tank ampfibi PT-76 dikenang karena jasanya di berbagai pertempuran, kini jadi monumen di Madiun. ( foto by ; Dodik Eko P).

MADIUN, SMNNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Madiun mendapat hibah pesawat Nomad N24 P843 serta tank Amfibi PT-76 dan Howitzer M30 milik TNI Angkatan Laut.

Hibah alat pertahanan dari TNI-AL tersebut, tak disia-siakan Pemkab Madiun. Di Bumi Pesilat, benda bersejarah itu dijadikan monumen Alutsista (alat utama sistem pertahanan).

Peresmian monumen langsung dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamama Yudo Margono, Minggu (16/1/2022). Laksamana Yudo Margono mengingatkan bahwa alat-alat itu berjasa besar pada masanya, dalam mendukung tugas TNI-AL.

“Dulu pesawat Nomad N24 P843 adalah pesawat kecil yang jadi pendeteksi kelautan kita, sedangkan tank amfibi mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut,” ujar Laksamana Yudo Margono.

Setelah jadi monumen alutsista, diharapkan dapat menanamkan nilai patriotisme dan nasionalisme serta heroisme perjuangan para prajurit TNI-AL pada masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah Kabupaten Madiun.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami didampingi Wakil Bupati Hari Wuryanto, berterimakasih atas hibah alat pertahanan dari TNI-AL itu sehingga bisa berdiri monumen.

Ahmad Dawami berharap adanya monumen itu menumbuhkan jiwa dan semangat kepahlawanan pada generasi muda Madiun.

“Semoga tak lagi ada stigma buruk yang selalu dikaitkan peristiwa 1948. Faktanya, generasi di Kabupaten Madiun memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi,” ujarnya.

Alat pertahanan itu dijadikan monumen agar menjadi kenangan tentang kegigihan TNI- AL dalam membela negara. Pesawat Nomad menjadi monumen di Alun-alun Mejayan, sedangkan tank dan meriam dipasang sebagai monumen di exit tol.

Meriam Howitzer M30 kini jadi monumen yang juga dipasang di pintu tol Madiun. (Foto by : Dodik Eko P).

Monumen Alutsista berupa tank Amfibi-76, dipasang di depan pintu tol Dumpil. Tank ini merupakan kendaraan lapis baja buatan Uni Sovyet tahun 1951 dan masuk dalam jajaran TNI-AL tahun 1964. 

Tank itu pernah berjasa besar saat digunakan Korp Marinir TNI-AL dalam operasi Dwikora di Kalimantan tahun 1964-1965, Operasi Seroja Timor Timur tahun 1975-1979, serta Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh tahun 2002-2005.

Senjata lainnya yakni meriam Howitzer M30, dibuat Uni Sovyet tahun 1939. Senjata artileri medan tersebut memiliki kaliber 122 mm dengan jarak maksimal 11,8 km.

Meriam Howitzer pun pernah jadi persenjataan TNI dalam berbagai pertempuran, sebelum kini berakhir dengan jadi monumen di pintu tol Madiun. (penulis: Dodik Eko P)

BERITA TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA