Virus DBD Menyebabkan Penyakit Demam Berdarah

MADIUN - Bupati menandatangani komitmen bersama pemberantasan sarang nyamuk

Madiun, SMN – Untuk menanggulangi Kejadian Luar Biasa-Demam Berdarah Dengue di Kab. Madiun, kita harus memahami pola penyebaran virus DBD serta prilaku perantaranya yaitu nyamuk Aedes Aegypti. Virus DBD juga mneyebabkan penyakit Demam Berdarah yang hingga saat ini belum ada obatnya.

Bahkan DBD bisa menyebabkan kematian yang cepat bagi penderitanya. Untuk itu penanganannya juga harus cepat dan tepat kepada pasien. Virus DBD menyebar melalui nyamuk Aedes Aegypti yang penyebarannya dipenguruhi musim terutama pada musim penghujan karena bersarangnya pada air yang menggenang.

Ditambah dengan kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemberantasa sarang nyamuk menjadikan nyamuk Aedes Aegypti menjadi semakin cepat.

Demikian antara lain sambutan Bupati Madiun H. Muhtarom, S.sos pada acara pencanangan dimulainya kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Kab. Madiun Tahun 2015 bertempat di Balai Desa Klorogan Kecamatan Geger, Senin (23 Pebruari 2015). Hadir pada kesempatan ini sejumlah Kepala SKPD, TP PKK, Camat, Dirt. RSUD, kepala Puskesmas, Petugas Promkes, Petugas Penyehatan Lingkungan, PPNI, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat Desa dan Pelajar Kabupaten Madiun.

MADIUN - Petugas melakukan penyemprotan (fogging) DBD

Lebih lanjut dikatakan, bahwa untuk memutus perkembangan nyamuk dapat dilakukan juga dengan membersihkan sarangnya. Hal ini untuk tidak memberikan kesempatan kepada nyamuk bertelur dan jetik tidak dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Untuk itu Bupati Madiun mengajak kepada kita semua untuk fokus menghilangkan sarang nyamuk disekitar kita. Langkah lain yang bisa ditempuh untuk memberantas sarang nyamuk adalah melalui :

  1. Membersihkan lingkungan secara rutin dengan cara 3 M Plus yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur ditambah dengan memelihara ikan pemangsa jentik, memakai kelambu, memakai obat nyamuk, dan memberi Abate.
  2. Mendaur ulang sampah yang bisa jadi sarang nyamuk dan bisa dimanfaatkan lagi
  3. Mengaktifkan Kelompok Kerja Nasional (POKJANAL) DBD diwilayah masing-masing.

Menurut Bupati H. Muhtarom, S.Sos pemberantasan sarang nyamuk perlu ada kemauan dan komitmen seluruh unsur di Kab. Madiun. Kita akfifkan kembali gerakan Jumat Bersih dilingkungan kita untuk memberantas sarang nyamuk.

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Madiun melaporkan, bahwa di Kab. Madiun jumlah kasus Demam Berdarah pada 2015 ini tercatat ada 108 kasus yang tersebar di 14 Kecamatan, bahkan 3 diantaranya meninggal dunia yaitu di Ds. Klagenserut kec. Jiwan, Ds. Klorogan Kec. Geger san Ds. Ketawang Kec. Dolopo.

Untuk memutus mata rantai penyebaran nayamuk DBD yang paling efektif dan efisien adalah dengan cara PSN melalui kegiatan 3 M Plus. Selain itu juga ada kegiatan Fogging seperti yang dilaksanakan pada saat ini.

Sebelum pelaksanaan Fogging sebelumnya Bupati Madiun, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan dan Camat se Kab. Madiun juga menandatangani Komitmen bersama Pemberantasan Sarang Nyampuk di Kab. Madiun. (eko)