Wabup Bentuk Tim Penjemput Warga yang Eksodus Karena Termakan Isu Kiamat

Wakil Bupati Sudjarno bentuk tim khusus untuk membujuk puluhan warganya yang eksodus ke pondok pesantren Miftahu Falahil Mutadiinn Malang beberapa waktu lalu.
Ponorogo, suaramedianasional.co.id – Wakil Bupati Sudjarno bentuk tim khusus untuk membujuk puluhan warganya yang eksodus ke  pondok pesantren Miftahu Falahil Mutadiinn Malang beberapa waktu lalu.
Mereka termakan isu kiamat di Desa mereka, Desa Watubonang, Kecamatan Slahung. Warga yang yang panik sampai eksodus bahkan ada yang sampai menjual rumahnya. “Saya yang pimpin sendiri, nanti berkoordinasi dengan OPD dan MUI Ponorogo,” kata Sudjarno, Senin (1/4).

Tim dari Pemkab Ponorogo telah diluncurkan  untuk membujuk mereka yang terlanjur eksodus untuk kembali, terutama bagi mereka yang mempunyai anak sekolah.

“Ya kami bujuk. Apalagi dari enam puluh warga kan ada 3 siswa yang harusnya ujian pada April nanti,” jelasnya

Sementara itu , dengan semakin dekatnya Pemilu tanggal 17 April 2019 mendatang. Soedjarno mengatakan masyarakat Ponorogo yang eksodus dan mempunyai hak suara juga diharapkan tetap mencoblos. “Bila mereka akan mondok selama 3 bulan, baru bisa kembali setelah bulan Ramadan, jadi kita harap mereka bisa kita bujuk pulang secepatnya,” paparnya.

Penjemputan dan upaya membujuk itu pun dilakukan agar mereka tetap dapat pulang setidaknya lima hari sebelum Pemilu atau paling lambat 12 April. “Kalau tidak mau tinggal lama ya cukup beberapa hari saja, agar hak pilihnya juga dapat tersalurkan,” katanya.

Bagi orang tua yang mempunyai anak-anak yang mau ujian, diperpanjang waktunya di Ponorogo,.juga harus memikirkan kepentingan sang anak untuk mengikuti ujian. Mereka harus menunggu anak-anaknya sampai selesai ujian. Baru kembali ke Malang jika diinginkan. Dan semua kami fasilitasi,” pungkas Soedjarno. (wid)