Wakil Walikota Himbau Waspadai TKI Ilegal

Wakil Walikota Muhammad Soufis Subri serta para Pejabat Kementerian Keimigrasian dan Unsure Forkopimda dalam kegiatan Sosialisasi TKI.

Probolinggo, suaramedianasional.co.id – Kantor Imigrasi Kelas I Malang menggelar sosialisasi upaya pencegahan dan penanganan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) non prosedural dan tindak pidana perdagangan orang, bertempat di Ball Room Hotel Bromo Park.
Kepala Bidang Perijinan Informasi Keimigrasian, Tati Suviani menjelaskan pekerja migran Indonesia merupakan salah satu aset negara yang memberikan devisa kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kontribusi yang diberikan oleh pekerja luar negeri sangat berpengaruh penting bagi pembangunan. “Salah satu permasalahan pemerintah Indonesia yaitu pengiriman pekerja migran Indonesia tidak sesuai dengan mekanisme peraturan perundang – undangan yang berlaku,” ujarnya.
Tati juga mengharapkan terwujudnya peningkatan pemahaman petugas dan instansi terkait maupun pemangku kepentingan terhadap kebijakan pemerintah dan ketentuan peraturan perundang – undangan perlindungan pekerja migran Indonesia keluar negeri.
“Semoga terwujud kerjasama atau jejaring kerja dari instansi terkait maupun pemangku kepentingan untuk mencegah terjadinya pekerja migran Indonesia dalam rangka pencegahan tindak pidana perdaganan orang,” tutupnya.
Wakil Walikota Probolinggo, Mohammad Soufis Subri mengatakan terkait TKI non prosedural atau yang dikenal dengan istilah TKI ilegal, maka harus juga berbicara soal supply dan domand. Dan, yang harus diperhatikan oleh calon TKI, yaitu TKI non prosedural tidak ada perjanjian kerja yang mengatur gaji, jam istirahat dll.
“Jika TKI berangkat secara non prosedural dan ada perusahan atau majikan yang tidak membayar gajinya hingga satu tahun, maka tidak bisa mengadu ke Menteri Tenaga Kerja setempat, karena tidak ada perjanjian kerja antara TKI ilegal dengan majikannya,” jelas wawali.
Lebih lanjut Wakil Walikota menjelaskan , TKI prosedural/legal diberi pelatihan dulu serta harus menjalani psikotest. Selain itu, juga dikenalkan adat negara setempat, bagaimana bekerja untuk melayani majikan, menguasai bahasa dan mengenal peraturan kerja di negara tersebut.“Saya berharap kepada seluruh undangan, bisa menyosialisasikan kegiatan ini kepada saudara, kerabat, atau tetangga yang ingin bekerja di luar negeri. Jangan sampai melalui jalur yang tidak prosedural,” harapnya. (edy)