HomeBERITAWali Kota Adi Wibowo Tetapkan Nama Taman Harmoni dan Gedung Groedo sebagai...

Wali Kota Adi Wibowo Tetapkan Nama Taman Harmoni dan Gedung Groedo sebagai Ikon Baru Pasuruan

Wali Kota Pasuruan saat meresmikan Taman Harmoni di acara Hari Jadi Kota Pasuruan Ke-340. (Foto: Achmad N/smnnews.co.id)

PASURUAN, SMNNews.co.id – Pemerintah Kota Pasuruan secara resmi menetapkan nama baru bagi salah satu ikon ruang publiknya. Taman Kota yang berlokasi di Jalan Pahlawan kini resmi menyandang nama Taman Harmoni. Perubahan identitas ini dimaksudkan untuk memperkuat cerminan nilai sejarah, budaya, serta semangat kerukunan di Kota Pasuruan.

Kesepakatan tersebut lahir dalam forum sarasehan yang digelar di Gedung Gradhika Bakti Praja pada Kamis (05/02/2026). Selain pergantian nama taman, forum yang dihadiri oleh Wali Kota Adi Wibowo, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga pakar sejarah ini juga menyepakati pemberian nama Gedung Groedo untuk eks gedung kantin di lingkungan kantor wali kota.

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo atau yang akrab disapa Mas Adi menyampaikan rasa syukurnya atas tercapainya kesepakatan ini. Menurutnya, diskusi mengenai penamaan ini telah lama bergulir di tengah masyarakat, mulai dari obrolan warung kopi hingga kajian akademis.

“Alhamdulillah, keinginan untuk merawat sejarah besar Kota Pasuruan akhirnya terwujud. Kita ingin menjaga akar budaya ini sebagai bekal menyongsong masa depan yang lebih cerah,” tutur Mas Adi.

Ia menekankan bahwa Taman Harmoni bukan sekadar taman hijau biasa, melainkan ruang publik lintas latar belakang yang memiliki nilai historis panjang. Penamaan ini mengandung doa agar Kota Pasuruan tetap selaras dalam keberagaman.

“Kota kita dikenal multikultural dengan spirit religius yang sangat kuat. Melalui nama Taman Harmoni, kita ingin generasi mendatang tetap terhubung dengan sejarah dan identitasnya, meski di tengah arus modernisasi,” imbuhnya.

Terkait pemberian nama Gedung Groedo, Mas Adi menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan identitas pada bangunan yang memiliki aspek historis namun selama ini belum memiliki nama khusus. Hal ini diharapkan dapat menambah wibawa dan nilai sejarah gedung tersebut.

Di akhir sambutannya, Mas Adi mengapresiasi peran aktif para budayawan dan sejarawan dalam sarasehan ini. Baginya, pembangunan fisik kota harus selalu berjalan selaras dengan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal. (*)

Reporter: Achmad N.

Editor: Kundari PS.

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Sambangi Petani Jagung, Polres Blitar Mendukung Ketahanan Pangan

BLITAR. SMNNews.co.id - Dalam rangka mendukung program swasembada dan ketahanan pangan, Polres Blitar melalui jajaran Polsek Garum terus melakukan Pendampingan serta menyerap informasi dari...

Polres Blitar Gelar Jumat Berkah, Hadirkan Beragam Layanan Gratis untuk Masyarakat

BLITAR, SMNNews.co.id – Polres Blitar terus meningkatkan kedekatan dan pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di Desa Ngreco, Kecamatan Selorejo, Kabupaten...

Dalam Rangka HKGB ke-74, Bhayangkari Cabang Pasaman Gelar Senam Bersama

PASAMAN, SMNNews.co.id - Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 tahun 2026, Pengurus Bhayangkari Cabang Pasaman gelar Senam bersama bertempat di Lapangan...