Walikota Probolinggo Pantau Kegiatan Fogging Dalam Rangka Pencegahan DBD

Wali Kota Hadi Zainal Abidin didampingi Kepala Dinkes dr.Ninik, Camat, Lurah dan para petugas dalam kegiatan Fogging.

Probolinggo, suaramedianasional.co.id – Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, hari ini (15/2), memantau langsung permukiman warga dan sekolah yang di-fogging oleh Dinas Kesehatan Kota Probolinggo.
Kegiatan Fogging dilakukan di Jalan Tangkuban Perahu RT 1 RW 2 Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, tersebut dilakukan oleh satu team dengan empat alat fogging yang diturunkan untuk memberantas nyamuk aides aigepty yang dimungkinkan berada disekitaran rumah warga diwilayah tersebut.
Daerah tersebut disinyalir oleh petugas, oleh karenanya di wilayah tersebut terdapat penderita DBD dan dianggap perlu melakukan fogging.
Selain di permukiman warga fogging juga dilakukan di SD Sukabumi IV di Jalan Soekarno Hatta, karena di sekolah ini terdapat enam siswa yang positif DBD dan sudah disetujui rawat inap.
Kepala Dinas Kesehatan dr.Ninik dikesempatan tersebut menjelaskan bahwa menurut catatan penderita DBD di bulan Januari ada 23 orang, sedangkan bulan Februari sampai saat ini (15/2)sebanyak 13 orang penderita.
Lebih lanjut Kepala Dinkes menjelaskan untuk masyarakat yang berkepentingan, jika ada pengidap demam berdarah tidak serta merta langsung difogging. Puskesmas harus mendata dulu, kalau benar benar radius 100 meter ada pasien panas minimal 3 orang dan angka bebas jentik kurang dari 95 persen, ini baru bisa dilakukan fogging, ”jelas Ninik
Dr.Ninik juga menjelaskan sebelum dilakukan fogging, masyarakat dikumpulkan untuk diundang tentang pentingnya PSN. “Harus dilakukan PSN dulu, jentik nyamuk harus diberantas dulu karena fogging hanya mematikan nyamuk dewasa. Yang benar adalah jentik-jentik nyamuk itu tempat berkembang biaknya nyamuk harus diperbaiki, ”imbuhnya.
Kepada masyarakat dr.Ninik mengatakan boleh meminta bubuk abate ke puskesmas terdekat dengan gratis.
Walikota Hadi Zainal Abidin yang didampingi kepala Dinkes juga mengikuti kegiatan fogging di SD Sukabumi IV, ada beberapa pot bunga digenangi air dan saat di-senter banyak ditemukan jentik jentik nyamuk dan Walikota Hadi berkenan menaburkan abate agar jentik tidak berkembang biak. “Ini perkembang biakan jentik nyamuk harus ditanggulangi (DBD) tidak terjadi terus menerus. Kasus DBD ini tidak akan selesai jika tidak ada peran dari masyarakat bersama pemerintah. semua harus ikut dan berharap DBD agar tidak semakin banyak menjadi korbannya, ”jelas Hadi.
Walikota Hadi juga mengatakan, langkah-langkah yang harus dilakukan bersama untuk mengurangi dan memulihkan DBD dengan PSN (pemberantasan sarang nyamuk). “Satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik). Jumantik ini bisa siapa saja, ayah, ibu, anak atau pembantunya. Seminggu sekali dicek itu tempat yang menjadi sarang jentik, ”tegas wali kota.
Walikota juga menghimbau kepada masyarakat untuk merespons dengan PSN. Yaitu memeriksa tempat perlindungan nyamuk di lingkungan rumah, memberikan lavarsida di tempat penampungan udara, memeriksa tanaman yang dapat menampung udara (pot bunga, vas bunga, tempat minum burung, wadah dispenser), tidak membiasakan pakaian yang habisdipakai digantung, memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk dan bergotong royong membersihkan lingkungan. “Fogging sebenarnya bukan langkah yang cepat, bukan pemberantasan. Justru pemberantasannya adalah partisipasi masyarakat, fogging dampaknya hanya sementara dan berbahaya jika tidak tepat sasaran. Ayo masyarakat, kita bersama-sama memberantas DBD dengan PSN, ”ajak Hadi.
Wali Kota juga meminta Dinkes melaporkan perkembangan DBD di Kota Probolinggo, daerah mana saja yang perlu dan tidak perlu difogging.“Semua tidak akan berhasil jika tidak ada peran serta dengan masyarakat. Masyarakat harus peduli terhadap lingkungan, ”katannya. (edy)