HomeBERITAWarga Binaan Lapas Banyuwangi Rampungkan Al-Qur'an Raksasa, Kini Digunakan Rutin untuk Tadarus

Warga Binaan Lapas Banyuwangi Rampungkan Al-Qur’an Raksasa, Kini Digunakan Rutin untuk Tadarus

Tadarus Al-Qur’an Raksasa Warga Binaan Lapas Banyuwangi. (Foto: Rica DA/smnnews.co.id)

BANYUWANGI, SMNNews.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menorehkan prestasi gemilang dalam program pembinaan kepribadian. Tiga orang warga binaan berhasil merampungkan penulisan Al-Qur’an raksasa berukuran 1 meter yang kini menjadi sarana utama tadarus bersama selama bulan suci Ramadhan di dalam Lapas.

Karya monumental ini merupakan buah manis dari program pembinaan berbasis pondok pesantren di Lapas Banyuwangi, khususnya di bidang seni kaligrafi. Menariknya, ketiga warga binaan yang terlibat awalnya sama sekali tidak memiliki dasar ilmu menulis Al-Qur’an maupun kaligrafi. Kemampuan tersebut mereka dapatkan melalui bimbingan intensif hasil kerja sama Lapas dengan pengrajin kaligrafi profesional.

Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan bahwa proses pengerjaan Al-Qur’an raksasa ini memakan waktu kurang lebih 10 bulan. Penulisan dimulai sejak momentum Ramadhan tahun lalu dan diselesaikan dengan penuh ketelitian.

“Al-Qur’an ini adalah bukti keberhasilan pembinaan berbasis pondok pesantren kami. Meskipun para penulisnya berangkat dari nol tanpa keahlian kaligrafi, berkat ketekunan dan bimbingan pengrajin yang kami hadirkan, mereka mampu melahirkan mahakarya yang luar biasa ini,” ujar Wayan, Kamis (5/3/26).

Wayan menekankan bahwa aspek akurasi ayat menjadi prioritas mutlak. Sebelum digunakan secara resmi, naskah Al-Qur’an tersebut telah melalui proses tashih atau pemeriksaan mendalam oleh Pondok Pesantren Nur Cahaya Tarbiyatul Qur’an.

“Kami memastikan setiap huruf dan harakatnya benar. Setelah melalui proses tashih dan pemeriksaan ulang, dilakukan pembetulan pada bagian-bagian tertentu hingga akhirnya dijilid kembali untuk kedua kalinya guna memastikan kualitas fisik dan kerapiannya. Kami berharap karya ini membawa manfaat, berkah, serta memotivasi warga binaan lain untuk terus berkarya,” tambah Wayan.

Kebanggaan mendalam dirasakan oleh Moch Chanafi salah satu dari tiga penulis utama Al-Qur’an tersebut. Baginya, perjalanan selama 10 bulan menulis kalam illahi ini menjadi sarana refleksi dan pendewasaan spiritual yang sangat berharga.

“Saya sangat bangga bisa menyelesaikan Al-Qur’an raksasa ini, apalagi saya memulainya dari tidak bisa sama sekali. Selama menulis, saya belajar banyak hal untuk bekal kembali ke masyarakat nanti. Saya menjadi lebih sabar dan lebih meresapi nilai-nilai luhur dari setiap ayat yang saya goreskan,” ungkap Chanafi.

Kini, Al-Qur’an raksasa tersebut menjadi jantung kegiatan religi di Lapas Banyuwangi. Keberadaannya bukan sekadar simbol kreativitas, melainkan representasi semangat hijrah dan transformasi positif para warga binaan dalam menjemput masa depan yang lebih baik. (*)

Reporter: Rica DA.

Editor: Kundari PS.

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Polres Blitar Cek Sejumlah Gereja Pastikan Rangkaian Ibadah Hari Kenaiakan Yesus Kristus Aman

BLITAR, SMNNews.co.id - Personel Polres Blitar disiagakan di sejumlah Gereja dalam Perayaan kenaian Yesus krestus. Kapolres Blitar AKBP Rivanda, melalui Kabag Ops Polres Blitar menyampaiakan...

Viral Merokok Saat Sidang RDP, Anggota Komisi D DPRD Jember Sampaikan Permintaan Maaf

JEMBER, SMNNews.co.id - Anggota Komisi D DPRD Jember, Achmad Syahri As Shiddiqi menyampaikan permintaan maaf ke masyarakat karena kekhilafannya merokok saat sidang Rapat Dengar...

Beri Jawaban Terkait Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual, BPP UNU Blitar: Dosen Dinonaktifkan, Kampus Lakukan Penanganan Transparan!

BLITAR, SMNNews.co.id — Langkah tegas diambil Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Universitas Nahdlatul Ulama Blitar menyusul mencuatnya dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret seorang dosen...