HomeBERITAWarga Binaan Lapas Banyuwangi Tampilkan Seni Tari Hasil Pembinaan

Warga Binaan Lapas Banyuwangi Tampilkan Seni Tari Hasil Pembinaan

Warga Binaan Lapas Banyuwangi tampilkan Seni Tari hasil pembinaan. (Foto: Dok. Humas)

BANYUWANGI, SMNNews.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus berkomitmen mengoptimalkan program pembinaan kepribadian bagi para warga binaan. Salah satunya ditunjukkan melalui penampilan memukau seni tari tradisional hasil pembinaan yang digelar di lapangan Griya Blambangan Lapas Banyuwangi, Sabtu (23/5/26) siang.

Menariknya, pertunjukan seni tari ini ditampilkan di sela-sela acara makan siang bersama seluruh warga binaan. Perpaduan harmonis antara gerak tari yang gemulai dan dentuman musik gamelan yang dimainkan langsung oleh warga binaan, sukses menuai apresiasi dan decak kagum dari ratusan penonton yang hadir.

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, bersama jajaran pejabat struktural. Penampilan tersebut sengaja disuguhkan bukan hanya sebagai sarana hiburan, melainkan sebagai wadah uji coba untuk menilai sejauh mana kematangan dan kesiapan mental para warga binaan dalam melakukan pertunjukan di depan publik.

“Kami ingin membentuk mental dan kepercayaan diri mereka. Jadi, jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengisi acara resmi atau pertunjukan di luar, mereka sudah benar-benar siap dan matang,” ujar Solichin.

Solichin menjelaskan bahwa program pembinaan seni tari ini memiliki dimensi yang luas. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar bertujuan untuk membentuk karakter dan kedisiplinan warga binaan, tetapi juga menjadi benteng dalam menjaga kelestarian kebudayaan daerah. Kolaborasi dengan musik gamelan dinilai syarat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Di tengah gempuran era modernisasi saat ini, Solichin berharap agar nilai-nilai budaya dan kesenian tradisional tidak luntur begitu saja. Oleh karena itu, Lapas Banyuwangi mengambil peran aktif dengan memasukkan unsur kebudayaan ke dalam kurikulum pembinaan warga binaan.

“Lapas Banyuwangi memiliki tekad kuat untuk terus mengintegrasikan unsur budaya dalam setiap program pembinaan. Kami ingin saat mereka bebas nanti, mereka tidak hanya menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang ikut melestarikan budaya bangsa,” pungkas Solichin. (*)

Reporter: Rica DA.

Editor: Kundari PS.

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Beky Herdihansah Dorong Produk Kopi Blitar Tembus Pasar Ekspor, Produk Kopi Jos Jiz Jadikan Sorotan di Expo Blitaria 2026

BLITAR, SMNNews.co.id - Produk kopi lokal bertajuk Kopi Jos Jiz menjadi salah satu daya tarik dalam pembukaan Blitaria Expo 2026, rangkaian peringatan Hari Jadi...

Dinkes Kota Pasuruan Gelar BIAS Agustus–November, Targetkan Perlindungan Kesehatan Siswa SD

PASURUAN, SMNNews.co.id - Dinas Kesehatan Kota Pasuruan kembali menggelar program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang ditujukan bagi para siswa sekolah dasar di seluruh...

Polres Blitar Kota Gelar Rutin Jumat Berkah, Bagikan Ratusan Paket Nasi Wujud Nyata Polisi Hadir di Tengah Masyarakat

KOTA BLITAR, SMNNews.co.id - Polres Blitar Kota kembali menggelar kegiatan sosial rutin "Jumat Berkah" dengan membagikan ratusan nasi kotak kepada masyarakat sekitar, Jumat (07/08/2026). Kegiatan...