HomeBERITAWarga Keluhkan Bau, Diduga Hasil Buangan dari IPAL Puskesmas Kauman Widodaren

Warga Keluhkan Bau, Diduga Hasil Buangan dari IPAL Puskesmas Kauman Widodaren

Saluran pembuangan air, hasil olahan IPAL Puskesmas Widodaren yang terlalu dekat dengan permukiman.

NGAWI, SMNNews.co.id – Beberapa minggu ini, warga Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, mengeluhkan bau tak sedap di sekitar hunian mereka.

Warga menuding, air yang mengalir di saluran sekitar permukiman itu, adalah hasil buangan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Puskesmas Kauman, Kecamatan Widodaren.

Meskipun belum mengetahui sejauhmana gangguan baubitu berdampak pada kesehatan, namun warga mengaku was-was bila ada kebocoran, padahal buangan puskesmas bisa saja limbah medis atau dari pasien, apalagi masih berbau.

“Sejak IPAL ini dioperasikan, selalu tercium bau tidak enak, kadang anyir seperti bau darah dan juga bau air kencing,” terang Saiman, warga Kauman, Rabu (29/07/2020).

Saiman adalah pemilik rumah yang amat dekat dengan saluran pembuangan yang diantaranya menjadi aliran air dari IPAL Puskesmas tersebut.

Keluarga Saiman pun merasa terganggu dengan bau dari air buangan IPAL tersebut. Saiman juga mengaku sudah mengeluhkan ihwal bau tersebut ke salah satu petugas Puskesmas.

“Saya sudah pernah katakan pada petugasnya, kalau bisa diberi pipa, tapi nyatanya tidak ada sampai sekarang,” ujarnya.

Pitono, Ketua RT setempat, meminta agar ada pengelolaan yang lebih baik untuk IPAL Puskesmas Kauman itu, sehingga air buangan limbah yang telah diolah, tak lagi berbau. Dia juga meminta, air hasil olahan IPAL sebaiknya dibuang jauh dari sekitar hunian permukiman warga dan memakai pra sarana yang sesuai.

“Kalau bisa ya dibuang ke saluran irigasi yang ada, ke saluran aman. Jangan seperti ini. Letaknya berdekatan rumah, kami jadi cemas,” katanya.

Lanjut Pitono, saat ini, sebagian warga yang tinggal di sekitar Puskesmas Kauman terutama yang terdampak bau air limbah, tak berani menggali sumur. Mereka khawatir akan kualitas air sumur yang dihasilkan.

“Warga khawatir, jangan sampai malah air sumurnya nanti terdampak dan berkualitas buruk,” pungkasnya.

Sampai saat ini, belum dapat dikonfirmasi tanggapan dari Dinas Kesehatan ataupun dari Puskesmas Widodaren terkait keluhan tersebut. (iko)

ARTIKEL LAINYA

BERITA LAINYA

DPRD Kabupaten Pasuruan Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Raperda Non APBD Tahun 2026

PASURUAN, SMNNews.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi mengesahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Non-APBD Tahun 2026 menjadi Peraturan...

Ketua Fraksi Gerindra Jember Tegas Tegak Lurus Keputusan MKP

JEMBER, SMNNews.co.id - Senin (18/05/2026), Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono, memastikan partainya mengikuti penuh putusan Mahkamah Kehormatan Partai (MKP) terkait sidang...

Senin Masuk Sekolah (SMS), Anggota Polsek Panggungrejo Jadi Pembina Upacara di SD Sumbersih 2 Panggungrejo

BLITAR, SMNNews.co.id – Dalam rangka program Senin Masuk Sekolah (SMS), anggota kepolisian dari Polsek Panggungrejo Polres Blitar melaksanakan kegiatan sebagai pembina upacara di SD...