Dinas Perternakan Dan Kesehatan Hewan Lamongan Terjunkan 30 Dokter Hewan Untuk Memastikan Kelayakan Hewan Kurban

Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewn saat sidak ke sejumlah penjual hewan kurban
Lamongan, suaramedianasional.co.id – Jelang Idul Adha, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Lamongan menggelar sidak di sejumlah tempat penjualan hewan kurban di Lamongan, Selasa (07/08)  Sidak itu dilakukan untuk memastikan kelayakan hewan kurban di sejumlah tempat penjualan hewan kurban di Lamongan.
Kepala Dinas Perternakan Dan Kesehatan Hewan Sukriyah mengatakan, pemantauan kesehatan ini dilakukan untuk menjamin kualitas hewan kurban. Ini agar sesuai dengan syarat dan ketentuan syariat Islam, yakni sehat dan cukup umur.
Menurutnya, hewan kurban yang cukup umur yakni sapi dan kerbau berumur kurang lebih 22 bulan. Sedangkan kambing dan domba antara 12-18 bulan. Usia hewan kurban ini bisa dilakukan dengan melihat catatan melahirkan ternak tersebut atau dengan melihat gigi ternak.
“Jika gigi susu telah tanggal 2 di depan, itu menandakan kambung tersebut telah berumur sekitar 12-18 bulan. Sementara untuk sapi, maka berumur kurang dari 22 bulan,” jelasnya.
Sedangkan ciri-ciri hewan kurban yang sehat, yakni dilihat dari fisiknya, pergerakannya yang aktif, bulu yang halus dan tidak rontok. “Kemudian mata bersinar dan jernih, bentuk tubuh standar, hidung terlihat basah bersih dan tidak mengeluarkan cairan, mulut dan gusi bersih tidak ngiler, celah kuku tak terluka, kulitnya lentur dan elastis, ” ungkapnya.
Sementara itu sidak dilakukan ke sejumlah titik peternakan hewan. Pihaknya menerjunkan sebanyak 30 dokter hewan mandiri diturunkan langsung ke peternakan dan rumah warga demi memastikan semua lokasi penjualan hewan untuk kurban aman. Dalam sidak ini ditemukan satu kambing sakit mata. Penyakit mata ditemukan di tempat pedagang hewan di Desa Tambakboyo, Kecamatan Tikung.
“Dalam sidak ini kami mengerahkan 30 dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan dan melakukan pemantauan di beberapa tempat pemotongan hewan. Hasilnya, hanya ada sebagian kecil hewan yang terkena penyakit, yaitu penyakit mata. Tetapi kami sudah ambil langkah, kita isolasi, biar tidak menular ke hewan yang lain,” kata Sukriyah.
Sukriyah menambahkan, dari 30 dokter hewan yang turun ke peternakan dan warga ini, pihaknya membagi menjadi 3 tim dengan sasaran tempat yang berbeda-beda. “Yang menjadi perhatian sidak adalah penyakit menular dan umur dari hewan tersebut. Untuk hewan yang umurnya belum sesuai, kami menyarankan kepada para pedagang agar tidak menjual ternak tersebut sebagai hewan kurban dan memberikan pemahaman karena menyalahi prinsip dan syarat hewan kurban,” tandasnya.
Sukriyah menegaskan, jauh sebelum Hari Raya Idul Adha, pihaknya sudah kerap melakukan rangkaian kegiatan untuk kesehatan hewan. Sosialisasi kepada ta’mir masjid bagaimana cara pemotongan yang baik dan benar sesuai dengan syari’at agama. “Pada hari idul Adha nanti, kami juga akan menggandeng dokter hewan dari Universitas Brawijaya untuk bersama 30 dokter hewan lainnya turun langsung ke masyarakat,” pungkasnya. (pto) 
Area lampiran