HomeBERITAGubernur Sulteng Beraudiensi dengan Menko Polhukam

Gubernur Sulteng Beraudiensi dengan Menko Polhukam

Gubernur Sulteng Sulteng Rusdy Mastura saat beraudiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD

SULTENG, SMNNews.co.id – Memfasilitasi Pemehuhan Hak Korban Para Pihak Peristiwa 1965, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura beraudiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, di Kantor Menko Polhukam RI, pada Selasa (22/8/23).

Turut mendampingi Tenaga Ahli Gubernur Ridha Saleh, Asisten Pemerintahan dan Kesra Fahruddin D. Yambas, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesra Rohani Mastura, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Farid Rifai Yotolembah, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Eddy Nicolas Lesnusa, Kepala Biro Pemerintahan Dahri Saleh, dan Kepala Biro Hukum Adiman.

Gubernur Rusdy Mastura melaporkan Pemenuhan Hak Korban Para Pihak Peristiwa 1965 melalui mekaisme Non Judicial pada prinsipnya telah dilakukan Sejak tahun 2013 saat menjabat sebagai Wali Kota Kota melalui Peraturan Walikota Palu Nomor 25 tahun 2013 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Daerah.

Walaupun didalam peraturan tersebut belum menyebutkan secara eksplisit Bantuan sosial atau program pemenuhan tersebut ditujukan Kepala korban pelanggaran HAM masa lalu, penyebutan tersebut tidak dapat dilakukan didalam perwali dikarenakan tidak ada cantolan hukumnya.

Dengan hadirnya Inpres nomor 2 Tahun 2023 demikian pula agenda pencegahanya, usaha atau agenda pemenuhanya melalui peraturan didaerah sudah dapat dilakukan secara bersamaan dengan agenda pemenuhan hak korban secara Nasional.

Diakuinya, saat ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan penandatangan MoU dengan Komnas HAM tahun 2021 tentang Pemenuhan Hak Korban melalui mekanisme non judicial namun masih terbatas pada pendataan dan bantuan sosial bagi korban.

Berdasarkan data yang tercatat di Komnas HAM sejumlah 240 Korban pelanggran HAM Tragedi 65, namun masih perlu untuk di verifikasi.

Sementara data dari KODIM 1306 untuk Kota Palu sebanyak 1172 korban, sementara Donggala dan Parigi Moutong masih dalam identifikasi.

Dalam mempercepat pemenuhan hak korban sesuai dengan INPRES tersebut, gubernur akan menindak lanjuti dengan membuat tim serupa dengan Nasional untuk mempercepat implementasi Pemehuhan Hak Korban Para Pihak Peristiwa 1965.

Beliau juga mengundang Menko Polhukam untuk berkunjung dan menyerahkan layanan pemulihan kepada korban pelanggaran HAM masa lalu di Sulteng.

Menanggapi laporan gubernur, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas upaya yang telah dikerjakan Gubernur Rusdy Mastura.

Agar layanan pemulihan dapat segera terlaksana, Menko berharap kepada gubernur menyerahkan data-data Korban Para Pihak Peristiwa 1965 untuk diverifikasi oleh Tim Menko Polhukam.

“Insya Allah giat Muktamar Al Khairaat saya akan berkunjung ke Palu,” tutupnya. (db)

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

ARTIKEL LAINYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Bantu Stok Darah di Aceh Timur, Pekerja Medco E&P Adakan Kegiatan Donor Darah

ACEH TIMUR, SMNNews.co.id - Serikat Pekerja (SP) Medco E&P Malaka bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zubir Mahmud turut...

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ikuti Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara Tingkat Kabupaten Asahan

ASAHAN, SMNNews.co.id - Pemerintah Kabupaten Asahan memberikan apresiasi kepada semua stakeholder yang terkait dalam pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2024 di Kabupaten Asahan, yang berjalan...

MTQN Kecamatan Simpang Empat Resmi di Buka

ASAHAN, SMNNews.co.id - Bupati Asahan diwakili Kepala P2KBP3A Kabupaten Asahan Edi Sukman membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) Tingkat Kecamatan Simpang Empat, Rabu (28/02/2024)....