HomeBERITAPemkab Pasaman dan BKSDA Sumbar Akan Kembangkan Taman Wisata Alam Rimbo Panti

Pemkab Pasaman dan BKSDA Sumbar Akan Kembangkan Taman Wisata Alam Rimbo Panti

Wabup Pasaman, Sabar AS, bersama Kepala BKSDA Ardi Antono dan rombongan, saat meninjau lokasi Rimbo Panti, (18/1/2022).

PASAMAN, SMNNews.co.id – Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS, menegaskan bahwa pihaknya serius dalam mengembangkan pariwisata. Keseriusan itu juga akan dilakukan dalam pengembangan wisata alam Rimbo Panti.

Hal itu dikatakan Sabar saat meninjau kawasan wisata alam Rimbo Panti bersama Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Ardi Andono, Selasa (18/1/2022).

Menurut Sabar, sudah lama masyarakat Pasaman berharap atas pengembangan wista alam di Rimbo Panti. Adanya dukungan BKSDA Sumbar maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuatanan, tentu akan menjadi angin segar untuk dapat segera mewujudkan hal itu.

“Ini merupakan momen yang ditunggu sejak lama untuk mengembangkan destinasi wisata wisata alam yang ada di Rimbo Panti,” imbuh Sabar.

Wabup pun memaparkan, Rimbo Panti menyimpan banyak potensi. Ke depan, hal itu akan ditindaklanjuti dengan mencari desain yang cocok dan pengelolaan yang sesuai kebutuhan.

“Pengelolaannya bisa dibicarakan, apakah dengan kerjasama yang dilaksanakan dengan pihak balai atau dengan pelaku usaha setempat. Bahkan tak menutup kemungkinan dengan melibatkan pihak ketiga,” ujar Sabar.

Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono, membenarkan bahwa alam Rimbo Panti sangat baik untuk dikembangkan menjadi destinasi bagi para pelancong, terutama di kawasan sekitar.

Kawasan Rimbo Panti tercatat di register 75, ditunjuk pertama kali sebagai taman wisata alam melalui Gubernur Besluit pada 8 Juni 1932, dengan luas awal 3.120 hektar. Hal itu diperkuat dengan adanya SK Menteri Pertanian no 284/kpts/um/6/1979, pada 1 Juni 1979, dengan luas 570 hektar.

Penetapan kawasan cagar alam Rimbo Panti sebagai wisata alam juga ditambah Keputusan Menteri Kehutanan no SK 101/Menhut- II/2011, seluas 571,10 hektar.

Ardi Antono menawarkan dua konsep yang dapat dipakai, dalam pengelolaan wisata alam Rimbo Panti ini.

Opsi pertama, mengingat telah banyak aset Pemkab Pasaman di lokasi Rimbo Panti, maka bisa direvitalisasi atau diadakan perbaikan sehingga bermanfaat dan penataannya menyesuaikan.

“Hal itu dilakukan daripada aset tersebut menjadi tidak karuan ke depannya,” ungkapnya.

Opsi kedua, dengan melibatkan pihak ketiga yakni kalangan swasta, demi pengembangan taman wisata Rimbo Panti menjadi lebih baik.

Menurur Ardi Antono, salah satu nilai jual Rimbo Panti adalah berada di jalur perlintasan antar provinsi sehingga mudah diakses. Selain itu, di Rimbo Panti juga memiliki keunikan sebab ada sumber air panas, yang jarang terdapat di tempat wisata lain.

“Berada di perlintasan antar provinsi dan memiliki keunikan berupa sumber air panas ini, tentu bisa menjadi daya tarik tersendiri,” jelasnya.

Sedangkan mengenai izin pengelolaan kawasan, dapat dilaksanakan dengan mengadakan kerjasama BKSDA dengan Pemkab. Sedangkan mengenai izin pengelolaan sarana dilakukan satu pintu melalui sistem OSS.

Peninjauan ke lokasi wisata alam Rimbo Panti oleh Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS dan Kepala BKSDA Sumbar itu, juga disertai beberapa pejabat teras Pasaman.

Tampak diantara rombongan, Asisten Setda Pasaman, Rusben, Kadin Perkim dan LH, Silvia Evayanti, Kadin PUPR, Agusti Awizar, Kadin Parporabud, Ade Harlien, Kabag Perekonomian, Yusriana Yusril, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Musrawal Gusti, Kabid Bina Marga, niKhairul dan Wali Nagari Panti. (mad)

BERITA TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA