SDN Bakalan II Berhasil Bangun Mushala dari Swadaya Guru dan Masyarakat

Sekolah Dasar Negeri Bakalan ll Kecamatan Kapas akhirnya bisa berjamaah di mushala yang baru selesai setelah sekitar dua tahun dikerjakan.
Bojonegoro, suaramedianasional.co.id Sekolah Dasar Negeri Bakalan ll Kecamatan Kapas akhirnya bisa berjamaah di mushala yang baru selesai setelah sekitar dua tahun dikerjakan. Mereka berinisiatif membangun mushala dengan dana swadaya dari guru dan ternyata juga mendapat respon positif dari masyarakat sekitar.
Ketika awak media mendatangi SD yang terletak di Jl. Semen Pinggir No. 70 Desa Bakalan, Kecamatan Kapas, suasana sekolah yang asri dan sangat terjaga kebersihannya.
Mushala baru yang terletak di sebelah barat sekolah turut menambah kesan religius.
Hal itu menunjukkan keseriusan sekolah dalam mewujudkan pendidikan karakter bagi siswa-siswinya.
Kepala sekolah SD Negeri ll Bakalan, Suryatmini, menceritakan awal mula perjuangan para guru untuk memiliki mushala di lingkungan sekolah. Dengan tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah, ia harus memutar otak agar mushala tersebut bisa berdiri.
Akhirnya pada awal tahun 2017 lalu, kepala sekolah memiliki inisiatif untuk mengajak para guru PNS yang sudah bersertifikasi untuk menyisihkan sedikit tunjanganya guna pembangunan mushala.
Niat baik kepala sekolah tersebut disambut hangat oleh para guru, setiap 3 bulan sekali ada uang yang masuk guna pembangunan mushala. “Alhamdulillah awalnya dana terkumpul Rp 10 juta dari para guru,” kata Suryatmini.
Selanjutnya pihak sekolah tidak lupa melibatkan komite, wali murid, tokoh masyarakat, serta Pemerintah Desa Bakalan untuk mewujudkan rencana pembangunan mushala.
Sinergitas dari semua pihak dalam mewujudkan infrastruktur pendukung pendidikan bagi siswa membuahkan hasil manis. Pemerintah desa serta masyarakat secara sukarela memberikan bantuan berupa uang maupun material untuk pembangunan.
Setelah berjalan hampir dua tahun, akhirnya pada tahun 2019 ini mushala sudah bisa digunakan oleh para siswa SD Negeri ll Bakalan.
” Siswa saat ini bisa Shalat Dhuha disana, dan setiap memasuki waktu duhur kelas 4,5 dan 6 bisa selalu berjamaah,” terangnya.
Ternyata budaya untuk menyisihkan sedikit rejeki untuk keperluan sekolah sudah berjalan dengan baik di SD Bakalan ll. Selain untuk keperluan pembangunan mushala, pengadaan alat drumband untuk mendukung ekstra seni musik siswa juga diawali dengan iuran guru.

Menurut Suryatmini , apa yang dilakukan seluruh guru serta masyarakat sekitar adalah wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan. ” Intinya semua yang kita lakukan untuk siswa,” pungkasnya. (din)