SIARAN PERS Pakde Karwo: Masyarakat Jatim Luar Biasa

Gubernur Jawa Timur Hadiri Sidang Paripurna di DPRD Provinsi Jatim.

Surabaya, Suaramedianasional.co.id – Sehari menjelang purna tugas, Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo menyampaikan
apresiasi dan rasa bangganya terhadap seluruh masyarakat Jatim yang selama 10
tahun kepemimpinannya, memberikan dukungan yang sangat luar biasa.
Ungkapan itu disampaikannya saat menghadiri sidang paripurna di Gedung
DPRD Prov. Jatim, Jl. Indrapura Surabaya, Senin (11/2).
Menurutnya, rakyat Jatim adalah masyarakat yang sangat matang terhadap
demokrasi. Masyarakat Jatim juga menjadi sasaran pemikiran tentang hak dan
kewajiban serta sebagai komunitas di dalam kebersamaan. Rakyat Jatim juga sangat
terbuka dengan dilandasi basis budaya dan spiritual. Selain itu, rakyat Jatim menjadi
masyarakat cerminan atau miniatur Indonesia, yang setia terhadap Pancasila dan UUD
1945, NKRI dan kebhinekaan.
"Suasana seperti ini yang kemudian melahirkan pemerintahan di Jatim yang
menekankan pendekatan musyawarah mufakat atas dasar pandangan hidup yakni
persaudaraan dan kekerabatan," kata Pakde Karwo, begitu ia akrab disapa.
Selain mengapresiasi masyarakat Jatim, dalam kesempatan ini Pakde Karwo
juga menyampaikan terimakasih atas refleksi kerjasama yang terjalin antara eksekutif
dan legislatif. Dimana selama 10 tahun dirinya menjabat, tidak pernah sekalipun ia
bersama anggota dewan mengambil keputusan secara voting, melainkan
mengedepankan musyawarah mufakat.
Untuk itu, dalam pelaksanaan berbagai aspek kehidupan khususnya di bidang
politik, dari aspek kultural dan spiritual tersebut lahirlah kekerabatan dan persaudaraan.
Hal ini yang kemudian menjadikan Faksi Jawa Timur di DPRD Prov. Jatim menjadi lebih
penting dari fraksi-fraksi partai politik. Ini sebagai bentuk komitmen menempatkan
kepentingan umum lebih dulu daripada kepentingan pribadi dan golongan.
Pakde Karwo juga memandang hal tersebut sebagai miniatur implementasi
demokrasi Pancasila di Indonesia. Hal ini juga nampak jelas dalam keseharian
masyarakat Jatim.
“Inilah working ideologi yang sangat baik. Ideologi bekerja dalam kehidupan
sehari-hari, bukan ideologi yang menjadi slogan,” katanya.
Ditambahkannya, musyawarah mufakat, persaudaraan dan persahabatan faksi
di Jatim adalah monumen demokrasi yang luar biasa. Dimana persaudaraan merangkul
semua perbedaan dan mencari persamaannya.
“Terakhir, saya pribadi dan atas nama keluarga mohon maaf lahir batin. Dimana
dalam kehidupan ini yang maksudnya baik belum tentu juga penerimaan atau
pelaksanannya juga baik,” katanya.
Setujui Raperda Penanaman Modal
Sementara itu, dalam sidang paripurna kali ini, DPRD Provinsi Jatim menerima
dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penanaman Modal.
Persetujuan tersebut disampaikan sembilan fraksi melalui pandangan umum fraksi.
Setelah menerima dan menyetujui Raperda tersebut, pimpinan DPRD Prov. Jatim
bersama Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo menindaklanjutinya dengan menandatangani
keputusan persetujuan bersama terhadap Raperda tentang Penanaman Modal.
Pakde Karwo mengatakan, perda penanaman modal ini adalah perda tentang
ekonomi kerakyatan dalam suasana globalisasi, yang masih mempertimbangkan
ekonomi kecil di dalam pembangunan ekonom di Jatim.
"Jadi menurut pendapat saya sudah dalam jalur yang benar. Perda ini juga
sebagai perlindungan afirmatif yang jelas terhadap investasi ekonomi kerakyatan atau
usaha kecil," katanya.
Raperda ini, lanjutnya, tidak saja mengatur kemudahan perizinan, tapi juga
pengembangan iklim penanaman modal, seperti pemberdayaan usaha kecil dan
menengah agar dapat bersaing ketat.
Untuk itu, upaya menarik investor tidak hanya dilakukan dengan percepatan
pelayanan perizinan, tapi juga dengan promosi penanaman modal baik di dalam
maupun luar negeri. Selain itu juga dilakukan dengan pemberian insentif bagi penanam
modal berupa pengurangan atau pembebasan pajak dan retribusi daerah, serta
pemberian bantuan modal bagi investor UMKM.

Dengan disetujuinya Raperda ini, Pakde Karwo berharap akan memberikan daya
dukung positif pertumbuhan, serta membuat iklim penanaman modal di Jatim.
"Dengan iklim penanaman modal positif, maka pertumbuhan ekonomi di Jatim
akan positif, dan saya berharap Jatim akan senantiasa dalam level tinggi pencapaian
indeks penanaman modal secara nasional," katanya.
Sebelumnya, saat pembacaan pendapat akhir soal raperda, keseluruhan fraksi
menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Pakde Karwo dan Gus Ipul yang
selama dua periode memimpin Provinsi Jatim menjadikan provinsi ini semakin maju
serta mendapatkan banyak prestasi dan penghargaan di tingkat nasional. Tidak hanya
itu saja, selama dua periode hubungan eksekutif dan legislatif sangat baik di Jatim.
Selain menyetujui Raperda tentang Penanaman Modal, dalam sidang paripurna
DPRD Provinsi Jatim kali ini juga perubahan susunan keanggotaan alat kelengkapan
DPRD Provinsi Jatim masa bhakti 2014-2019. Serta pembacaan perubahan pimpinan
Komisi A DPRD Provinsi Jatim, masa bhakti 2014-2019.  (*)