Bupati Probolinggo Kukuhkan Tim Penggerak PKK Masa Bhakti 2018 – 2023

Bupati Probolinggo P Tantriana Sari Mengukuhkan TPPKK Di Pendopo.

Probolinggo, suaramedianasional.co.id – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, mengukuhkan 43 orang pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo masa bakti 2018-2023 di Pendopo Kabupaten Probolinggo. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan 13 Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko.
Susunan kepengurusan Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo masa bakti 2018-2023 telah ditetapkan tanggal 18 Oktober 2018 oleh Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari, yang juga sebagai Pembina Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo. Dalam struktur kepengurusan, Nunung Timbul Prihanjoko dipercaya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo dan Sudjilawati Soeparwiyono sebagai Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo.
Dalam kepengurusan ini terdapat 4 (empat) Kelompok Kerja (Pokja) dalam pelaksanaan program kerja Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo. Yakni Pokja I dipimpin oleh Ny. Ain Nur Rochmiati Slamet Riyadi, Pokja II dipimpin oleh . Amalia Tutug Edi Utomo, Pokja III dipimpin oleh Nurhayati Abdul Halim dan Pokja IV dipimpin oleh Yayuk Indah Shodiq.
Dalam sambutannya Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari, meminta agar setelah dikukuhkannya kepengurusan Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo dan dilantiknya 13 Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan ini selalu berperan aktif secara kreatif dan inovatif dalam melaksanakan program kerjanya, terutama dalam program kesehatan maupun program pendidikan. “Semoga melalui program kerja Tim Penggerak PKK ini mampu menyejahterakan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Lebih lanjut Bupati Tantri, mengatakan ada dua hal yang menjadi topik permasalahan. Yakni, permasalahan terhadap angka kematian ibu/bayi dan permasalahan stunting. Dimana permasalahan itu tergolong cukup tinggi di Kabupaten Probolinggo. Kematian ibu/bayi dan stunting ditemui bukan berada daerah yang sulit atau miskin. “Angka kematian bayi dan stunting untuk tahun 2018 terdapat pada daerah dataran rendah atau daerah perkotaan yang disebabkan adanya kesalahan pola asuh orang tua,” jelasnya. Setelah dikukuhkannya dan dilantiknya kepengurusan Tim Penggerak PKK ini, Bupati Tantri berharap agar mampu melaksanakan program kerja PKK melalui jalinan komunikasi dan sinergi yang baik antara seluruh anggota PKK dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dalam mengatasi permasalahan masyarakat sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Probolinggo, salah satunya adalah penurunan angka kemiskinan. (edy)