HomeBERITADemi Pulang Kampung Terabas Jalan Tol, Bupati Pun Pasrah

Demi Pulang Kampung Terabas Jalan Tol, Bupati Pun Pasrah

Warga yang nekat pulang kampung menerabas jalan tol, dicek suhu badannya oleh tenaga kesehatan Puskesmas Paron.

NGAWI, SMNNews.co.id – Puluhan warga demi pulang kampung ke Ngawi, nekat turun di under pass masuk Desa Ngale, Kecamatan Paron, Rabu (06/04/2020).

Sebanyak 23 orang turun di under pass dan nekat menerabas pembatas tol. Tujuannya, menyeberangi areal sawah dan selanjutnya ke jalan raya Paron.

Namun, langkah mereka ditahan oleh satgas penanganan Covid-19 Desa Ngale dan Kades, setelah mendapat laporan para petani yang ada di sekitar jalan tol.

Dua diantara penumpang bus yang nekat turun tengah jalan ini berhasil lari.
Puluhan orang ini mengaku dari Tangerang dan sudah tidak memiliki pekerjaan di sana. Mereka ada yang berasal dari Jogorogo, Paron bahkan Magetan.

“Bagaimana lagi, kami sudah tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan, tidak punya uang kost pula, jadi ya pulang kampung,” ujar salah satu penerabas jalan tol tersebut.

Setelah diberi pengertian, mereka diminta mandi di sumur P2T yang ada di sekitar persawahan dan dicek suhu badan oleh tim kesehatan dari Puskesmas Paron. Mereka dilepaskan namun juga diminta melakukan isolasi mandiri selama di rumah.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, menyatakan, kedatangan warga perantau yang pulang kampung juga sulit untuk dicegah, apalagi bila mereka terancam terlunta-lunta di kota besar.

“Kalau sudah sampai di Ngawi ya kita minta tetap patuh isolasi mandiri,” ujar Kanang, sapaan akrab Bupati Ngawi ini.

Soal ulah pengemudi kendaraan yang menurunkan penumpang di rest area atau di tengah jalan tol, Kanang mengaku bukan dalam kewenangan Pemkab.

“Itu kan sudah ada yang berwenang dan yang tahu aturannya, kalau menurunkan penumpang di rest area atau di tengah jalan tol harus bagaimana,” tukasnya.

Dampak wabah Covid-19 yang memaksa pemerintah memberlakukan sejumlah batasan, membuat ekonomi masyarakat menurun.

PHK pun banyak dilakukan perusahaaan-perusahaan swasta di berbagai kota besar. Warga Ngawi yang merantau dan kehilangan penghasilan ditaksir mencapai puluhan ribu orang.

Mereka pun memiliki potensi pulang kampung dan melanggar himbauan tidak mudik, terutama bertepatan makin dekatnya waktu lebaran nanti. (ari)

ARTIKEL LAINYA

BERITA LAINYA

Anggota Polsek Selopuro Laksanakan Giat Patroli di Objek Vital

BLITAR, SMNNews.co.id - Dalam upaya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas, personel Polsek Selopuro hadir melaksanakan kegiatan patroli sambang dialogis serta...

Tinjau Jalan Amblas di Talang Rimbo Baru, Plt. Bupati Rejang Lebong Perintahkan Perbaikan Darurat

REJANG LEBONG, SMNNews.co.id - Respon cepat ditunjukkan Plt. Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, dalam menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi jalan amblas di kawasan Taman...

DPRD Kabupaten Pasuruan Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Raperda Non APBD Tahun 2026

PASURUAN, SMNNews.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi mengesahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Non-APBD Tahun 2026 menjadi Peraturan...