Dicat dan Dibenahi, Sumber Dana Perbaikan SMP 3 Paron dari Uang Kabid

Muhyi, Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Ngawi, yang murah hati mendanai secara pribadi perbaikan SMPN 3 Paron.

NGAWI, SMNNews.co.id – Vakumnya SMPN 3 Paron dari kegiatan belajar mengajar selama hampir dua tahun, menyisakan teka-teki beruntun.

Selain inventarisasinya yang tidak bisa dijelaskan, sehingga bayak aset yang raib, berbagai perbaikan terhadap fisik gedung sekolah itu pun jadi misteri.

Sumber dana pembenahan sekolah tersebut menyisakan tanya sebab tak dapat dijabarkan dengan gamblang oleh Dinas Pendidikan Ngawi.

Pelaksana tugas (plt) Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Muhyi, mengklaim bahwa sumber dana untuk perbaikan SMPN 3 Paron, adalah uang pribadinya.

Tindakan murah hati dari plt Kabid Dikmen ini, juga dilatari niatan mulia yakni ingin membenahi fisik sekolah yang sudah rusak di beberapa tempat.

” Kalau rehab itu dana pribadi saya, tidak ada yang lainnya,” kata Muhyi, Selasa (30/6).

Ia pun menjelaskan, tahun ini sekolah tersebut baru menerima siswa lagi. Hampir dua tahun sekolah ituntutup karena kekurangan murid.

Data pokok peserta didik dari SMPN 3 Paron itu, baru akan dicatatkan dan pengajuan anggaran baru akan terealisasi tahun depan.

Meskipun agak unik dan menimbulkan kesan berlebihan, bahwa seorang kabid sampai rela mengeluarkan dana pribadi demi merehab sekolah negeri, namun Muhyi menyatakan bahwa hal itu dilakukannya daripada menunggu anggaran resmi akan cair.

“Kalau menunggu pengajuan anggaran ya akan lama, soalnya harus masuk dulu data dapodik siswanya baru bisa mengajukan anggarannya,” terangnya.

Tahun ini, SMPN 3 Paron mendapatkan 53 siswa baru. Pembenahan yang dilakukan di lokasi ini adalah pengecatan pagar gerbang, menyiapkan dua ruang kelas, rabat sederhana di sebagian halaman serta membongkar bagian atap kelas.

Genting-genting diturunkan untuk dicat dan akan dipasang lagi.

Pembenahan seperti itu, dapat diprediksi menghabiskan dana puluhan juta rupiah.

“Itu dana saya, tak ada sumber lain,” tegas Muhyi lagi.

Adanya klaim uang pribadi kabid untuk membiayai fasilitas sekolah yang telah lebih setahun vakum ini, tentu mengherankan sejumlah pihak.

Apalagi, hal ini berlawanan dengan pernyataan sebelumnya dari Kepala Dinas Pendidikan, M. Taufiq A.S, yang menegaskan bahwa dana pengecatan dan perbaikan SMPN 3 Paron, berasal dari APBD Ngawi. (iko)