Kapusbintal TNI: Sebagai Bangsa Yang besar, Tidak Boleh Tercabik Karena Beda Pilihan

Kapusbintal TNI Laksamana Pertama Budi Siswanto bersama Danrem 082 Kolonel Arm Ruly Chandrayadi, Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno dan Kapolresta Kediri AKBP Anton Haryadi, bersilaturahmi di Pondok Pesantren Al Falah yang berada di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. selasa (2/4/2019).

Kediri, suaramedianasional.co.id – Kapusbintal TNI Laksamana Pertama Budi Siswanto bersama Danrem 082 Kolonel Arm Ruly Chandrayadi, Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno dan Kapolresta Kediri AKBP Anton Haryadi, bersilaturahmi di Pondok Pesantren Al Falah yang berada di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. selasa (2/4/2019)

Pengasuh Ponpes Al Falah KH. Zaenudin Jazuli dan KH. Agus Ahmad Hasbhy menyambut kedatangan Kapusbintal TNI, diiringi suara rebana oleh para santri. Selain itu, Muspika Kecamatan Mojo, Danramil Mojo Kapten Arm Sugito, Kapolsek Mojo AKP Wahana dan Camat Mojo Sukemi, ikut menyambut kedatangan Kapusbintal.

Diawal wawasan kebangsaannya, Laksamana Pertama Budi Siswanto menjelaskan, bahwa silaturahmi sangat penting dilakukan, agar kita dapat menjaga komunikasi satu sama lain. Ia menambahkan, bahwa TNI berasal dari rakyat untuk kepentingan rakyat. Kemanunggalan adalah kekuatan yang strategis.

“Saat berdialog dengan berbagai tokoh nasional, kekayaan Indonesia ini ternyata sangatlah melimpah. Laut yang kaya akan sumber daya alam dan gunung yang kaya sumber daya alam,” kata Laksamana Pertama Budi Siswanto.

Ia mengingatkan, bahwa intoleransi dan berita bohong dapat berakibat disintegrasi. Untuk itulah, ia berharap agar seluruh masyarakat untuk menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan.

Pencemaran lingkungan akibat sampah plastik, sangat berdampak pada lingkungan tersebut, dan saat ini, diperkirakan ada sekitar 177 ton sampah plastik yang berada di laut.

Salah satu solusi yang dibuat oleh karya anak bangsa dari Bali, adalah plastik berbahan dasar singkong, dan bahan ini dikatakan aman karena dapat terurai. Bahkan, saat ini produk tersebut sudah diekspor ke mancanegara, salah satunya Australia.

“Pesta demokrasi inilah wujud keikutsertaan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Didalamnya terkandung semangat dan kegembiraan hidup berdemokrasi,” Laksamana Pertama Budi Siswanto

Memang, akan ada perbedaan pandangan dan pilihan, namun bukan berarti kita harus terpecah. Semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara, hendaknya terjaga dan terpelihara.

“Rasa persaudaraan, senasib sepenanggungan sebagai bangsa yang besar, tidak boleh tercabik hanya karena perbedaan pilihan. Seperti halnya lidi yang kuat bila bersatu, begitu pula bangsa Indonesia yang beragam ini,” pungkasnya.

Sebelum wawasan kebangsaan tersebut diakhiri, Laksamana Pertama Budi Siswanto menjelaskan kepanjangan singkatan dari Kapusbintal. Dijelaskannya Kapusbintal adalah kepala pusat pembinaan mental.

Tugas pokoknya adalah melaksanakan pembinaan mental bagi prajurit TNI, dan sebagian banyak yang merupakan alumni ponpes, serta perwiranya banyak yang berasal dari perguruan tinggi Islam.

Laksamana Pertama Budi Siswanto juga dengan tangan terbuka, mempersilahkan para santri untuk mendaftarkan diri sebagai prajurit TNI. Tentunya, harus dipersiapkan terlebih dahulu untuk dididik menjadi prajurit TNI. (*)