Kurang, Kesadaran Pemilik Tempat Wisata di Sampang Urus TDUP

Salah satu lokasi obyek wisata di Sampang yang sudah memiliki izin TDUP.

 Sampang, suaramedianasional.co.id  – Pertumbuhan tempat wisata di Sampang, selalu meningkat setiap tahun. Sayangnya, hal ini tak diikuti oleh kesadara para pemilik usaha pariwisata untuk mengurus Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Ada sekitar 30-an tempat usaha wisata yang ada di Sampang namun sampai Senin (18/3) hanya ada empat yang sudah mengantongi TDUP. Data di Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang menyebutkan, ada 26 usaha pariwisata yang belum memiliki TDUP dari 30 yang ada di Kabupaten Bahari tersebut. “Memiliki TDUP adalah bagian dari ketertiban administrasi,” ujar Kepala Disporabudpar Sampang, Aji Waluyo kemarin.

Saat ini, pihaknya terus mendorong pengelola objek wisata di Sampang segera mengurus TDUP, sehingga nantinya bisa masuk agenda dan promosi wisata Pemkab Sampang. Pengajuan TDUP bisa dilakukan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang.

Pihaknya mengatakan, pemerintah saat ini berusaha mendorong para pengelola objek wisata agar segera mengurus TDUP. Destinasi wisata yang dikelola swasta itu terdiri wisata air, alam buatan, pantai, dan wisata kuliner. Objek wisata yang telah mengantongi TDUP masing-masing Wisata Pantai Camplong,  Air Terjun Toroan, Hutan Kera Nipah dan Pantai Lon Malang. “Keempat objek wisata yang dikelola pihak swasta itu semuanya telah mengantongi TDUP,” katanya.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi antara lain fotokopi KTP, pas foto ukuran 3×4 dengan latar belakang merah sebanyak tiga lembar, fotokopi izin gangguan (HO), akta pendirian tempat wisata, dan surat kuasa bagi pemohon. “Tapi, surat kuasa pemohon ini khusus pengelola wisata yang memasrahkan pengurusan izinnya kepada pihak ketiga atau tidak diurus sendiri secara langsung,” jelasnya.

Pada 2019, Pemkab Sampang akan lebih serius dalam mempromosikan objek wisata dengan menggelar kegiatan di beberapa lokasi. “Yang kami prioritaskan adalah objek wisata yang telah memiliki TDUP, sedangkan yang belum mengantongi TDUP tidak akan menjadi tempat kegiatan,” ungkapnya. (why)