Marhaenis: Tidak Ingin Berbuat Anarkis Tapi Solutif Saat Orasi di Depan Mapolres Blitar Kasus Pembakaran Bendera PDIP

Marhaenis UW ketua DPC PDI-P Kabupaten Blitar saat berikan orasi.

Blitar, SMNNews.co.id- Halaman depan Mapolres Blitar pada Senin (29/6/2020) dimerahkan oleh ratusan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Guna menuntut segera diusutnya kasus pembakaran bendera partai mereka pada demo Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di Jakarta pada Rabu (24/6/2020).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Blitar, Marhaenis Urip Widodo mengatakan aksi ini merupakan wujud keprihatinan kader. Di mana aksi pembakaran bendera partai merupakan bentuk pelecehan yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.

“Kita kemari bukan demo melainkan kita menyampaikan aspirasi ke Pak Kapolres untuk diteruskan ke Kapolda dan lanjutkan ke Kapolri agar dalang-dalang (pelaku pembakaran bendera PDIP) segera ditangkap dan diusut tuntas. Juga menyampaikan kondisi kader di Blitar tidak rela dan geram atas kejadian itu,” kata Marhaenis usai bertemu dengan Kapolres Blitar.

Marhaenis mengungkapkan kegiatan ini dihadiri kurang lebih 350 kader perwakilan dari total 22 Kecamatan di Kabupaten Blitar. Hanya dari jajaran Fraksi PDIP, pengurus DPC, dan pengurus pimpinan anak cabang (PAC).

“Kalau kita mau adakan pembalasan gampang, tinggal kerahkan dari Blitar saja sudah cukup. Jakarta akan merah membara. Namun itu bukan solusi, kita kirim perwakilan untuk memberi semangat pada Polri dalam mengusut tuntas kasus ini,” ujar pria yang juga Wakil Bupati Blitar ini.

Masa aksi tertib jaga jarak dan berbaris rapi.

Marhaenis menegaskan PDIP merupakan partai nasionalis yang berasaskan Pancasila. Bisa merangkul semua agama menjadi satu dalam satu kesatuan bangsa. Dengan menyamakan PDIP dengan PKI (komunisme) yang tidak mengakui agama, tentunya merupakan kesalahan besar.

“Kita beragama semua mulai dari agama Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Katholik semuanya ada di PDI Perjuangan. Kita selalu memperjuangkan aspirasi rakyat, jadi tidak heran kita mendapat cacian dan tekanan dari berbagai pihak sejak masa orde baru. Berkat memperjuangkan suara rakyat itulah,  kini kita berhasil menjadi partai pilihan rakyat. Maaf, kami tidak dirancang untuk Mundur.”  tandasnya.

Sementara Kapolres Blitar, AKBP Fanani Eko Prasetya mengapresiasi PDIP Kabupaten Blitar yang memberikan semangat pada Polri, dalam mengusut kasus pembakaran bendera partai di Jakarta. Polri pun tentunya akan melakukan penyidikan yang transparan dan memproses hukum sesuai peraturan undang-undang.

“Nanti kita menyampaikan aspirasi berjenjang ke Kapolda lalu ke Kapolri. Kita menyampaikan kawan PDIP Kabupaten Blitar ingin kasus pembakaran bendera segera diusut tuntas,” pungkas Kapolres Blitar.(jon)