Minim Fasilitas, Pemohon KIA Antri Melantai di Dispendukcapil Bojonegoro

Hampir setiap hari di jam kerja, puluhan warga harus rela berdesak-desakan mengantri untuk pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Bojonegoro, suaramedianasional.co.id Hampir setiap hari di jam kerja, puluhan warga harus rela berdesak-desakan mengantri untuk pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Tidak tersedianya nomor antrian serta kurangnya fasilitas penunjang untuk pengunjung, membuat warga merasa tidak nyaman saat mengurus KIA.

Kantor yang terletak di kompleks MAL Pelayanan Publik Jl Veteran itu, memang tidak mempunyai ruang tunggu untuk pemohon KIA.
Pemohon harus mengantri di depan stand pelayanan yang hanya memiliki teras di luar ruangan dimana kondisinya cukup panas.

Ratna (30 thn) salah satu pemohon asal Kecamatan Kapas mengatakan, seharusnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bojonegoro lebih memperhatikan kualitas pelayanan. Salah satunya dengan memberikan nomor antrian agar tidak terjadi salah pengambilan berkas.

” Kalau hanya ditumpuk kita tidak tahu kapan pemanggilan, selain itu bisa saja yang datang duluan tertinggal, yang datang belakangan dipanggil lebih dulu,” Kata Ratna.

Menurutnya, jika melihat fasilitas yang disediakan pihak dinas sangatlah kurang. Warga terpaksa harus duduk dilantai, dan tidak ada pengeras suara.

” Minimal ada pengeras suara biar kita dengar, selain itu ada tempat duduk di dalam ruangan, kalau seperti ini tidak nyaman,” keluhnya.

Hal senada disampaikan Lilis warga Kecamatan Bojonegoro,  menurutnya pelayanan untuk pengunjung harusnya di dalam ruangan, bukannya di teras, apalagi tanpa tempat duduk  dan pemohon harus melantai.

Lilis juga mengeluhkan tidak adanya nomor antrian bagi pemohon, dimana membuat pemohon bingung kapan gilirannya akan tiba dipanggil.

” Menurut saya kurang nyaman, tidak hanya panas tapi tempat duduk juga tidak ada, mestinya dipindah dalam ruangan yang ber-AC,” tandasnya.

Kepala Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bojonegoro, M. Chosim, saat dikonfirmasi mengenai keluhan masyarakat tersebut, tidak ada ditempat. Saat dihubungi melalui sambungan seluler juga tidak memberikan jawaban. (din)