Beli Kue Pakai Upal, Dicokok Polisi di Pasar

Kapolres Blitar AKBP Adewira Negera Sinegar menunjukkan pelaku dan barang bukti delapan lembar uang palsu.

Blitar, suaramedianasional.co.id – Sugiharti (41 thn) asal Purbalingga, Jawa Tengah, diamankan oleh polisi ketika dirinya berbelanja di Pasar Srengat, Blitar Kabupaten Blitar. Pasalnya uang yang digunakan berbelanja oleh seorang janda ini adalah uang palsu.

Kapolres Blitar AKBP Adewira Negara Sinegar mengungkapkan peristiwa ini terjadi pada Senin (25/3) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu pelaku membeli kue basah pedagang di pasar dengan uang pecahan Rp 100 ribu.

Namun pedagang kue menduga uang tersebut palsu. Pedagang yang mengetahui kalau itu uang palsu langsung menghentikan pelaku dan memanggil polisi.

“Pelaku membeli kue basah sebanyak 15 biji, seharga Rp 17.500 rupiah dengan uang palsu. Barang bukti yang kita amankan yakni sisa uang palsu pecahan Rp 100 ribuan sebanyak 8 lembar,” ungkap Kapolres dalam press release Selasa (26/3).

Keterangan tersangka menyebutkan, ia mendap uang palsu dari seorang pria yang baru dikenal pelaku saat di Tulungagung. Pria tersebut memberi Sugiarti uang palsu dan meminta agar Sugiarti untuk berbelanja menggunakan uang palsu tersebut di Pasar Srengat, Blitar.

“Saat ini kami masih mengejar pria yang memberi uang palsu itu,” ujarnya.

Sementara itu, Sugiarti mengaku tidak tahu jika uang tersebut palsu. Ia berdalih hanya diminta belanja oleh si pria tersebut.

“Saya ketemu di Stasiun Tulungagung. Kemudian dia bilang kalau akan menikahi saya. Saat itu saya disuruh belanja. Saya tak tahu kalau uang itu uang palsu, saya hanya disuruh belanja di pasar saja,” terang Sugiarti sembari menunduk.

Akibat mengedarkan uang palsu tersebut Sugiarti diancam pasal 36 ayat 3 Undang-undang No 7 Tahun 2011 tentang mata uang, yang ancamannya maksimal lima belas tahun penjara. (jon)