Polisi Perintahkan Tutup Lokasi Tambang Pasir

Penambangan pasir Dusun Kesongo  akhinya ditutup karena berbahaya.

Ngawi, suaramedianasional.co.id – Aparat kepolisian bertindak tegas dengan melarang penggalian pasir dan material di hutan masuk Dusun Kesongo, Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, yang telah menewaskan  orang penambang, Selasa (22/1). Sebenarnya, himbauan agar tidak menambang pasir di lokasi ini, sudah dilakukan banyak pihak sejak dulu. Wilayah tambang ini sendiri merupakan wilayah Perhutani.

Pihak Perhutani sudah lama menghimbau agar warga setempat tidak menggali pasir di lokasi ini karena selain merusak lingkungan, juga membahayakan nyawa para penambang.

Daerah yang ditambang atau digali sendiri semakin meluas dan semakin dalam, jaraknya sampai beberapa meter dari permukaan tanah rata-rata yang ada di daerah tersebut. “Sudah pernah ada kesepakatan warga bersama Perhutani untuk tidak menambang di situ, tapi demi alasan memenuhi kebutuhan perut, banyak yang nekat,” ujar Jumiran, salah satu warga.

Sebelumnya, Selasa sore , dua orang penambang yakni Suyoko dan Wagiman, warga Kedungputri, tewas  terkena longsoran material dan pasir setinggi 3 meter saat bekerja. Hal inilah yang memicu tindakan tegas polisi untuk menutup lokasi tambang. “Kita tegas melarang jangan lagi menambang di lokasi ini,” ujar AKP Widodo.

Kebandelan warga melakukan penambangan di lokasi ini karena kualitas materialnya yang diminati banyak orang. Adanya istilah gunung batu, alias gundukan tanah yang mengandung bebatuan dan tanah uruk yang cocok untuk bangunan, mejadi lahan pekerjaan yang dilirik warga. “Padahal penggalian tanpa izin ini bisa dikatakan liar dan juga berbahaya bagi lingkungan,” ungkap Widodo.

Setelah adanya pelarangan tersebut, semua yang melanggar akan dikenai sanksi berat termasuk dapat dijerat dengan pelanggaran undang-undang lingkungan hidup. (ari)